Pemkab Sukabumi Luncurkan Program Sistem Budidaya Sidat Tersegmentasi Biaya Murah 

oleh -318 Dilihat
img 20240116 wa0005

SUKABUMI, Revolusinews.com – Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami meluncurkan program Sistem Budidaya Sidat Tersegmentasi Dengan Biaya Murah (Sibulat Merah). Peluncuran ditandai dengan penyebaran ikan sidat ke kolam yang ada di Ponpes Assalam Putri di Kecamatan Warungkiara. Selasa, (16/1/2024).

Program inovasi tersebut melibatkan Ponpes Assalam dalam proses pembudidayaan sidat. Bahkan, ponpes menyediakan lahan sekitar 2000 meter persegi untuk pembudidayaan sidat.

img 20240116 wa0006

H. Marwan Hamami mengatakan, Ponpes Assalam ini dijadikan role model dalam pembudidayaan sidat. Sehingga ke depannya, akan menjadi percontohan dan tempat pembelajaran bagi masyarakat di Sukabumi maupun Jawa Barat.

“Ketika di sini berhasil, masyarakat bisa belajar dengan mudah ke sini,” ujarnya.

Tak hanya itu saja, pemilihan pesantren pun untuk merealisasikan program santripreneur dan one pesantren one product (OPOP). Ditambah, sidat ini berprotein tinggi.

“Kalau di pesantren, proses pembudidayaannya bisa termonitor dengan baik,” ucapnya.

“Pangsa pasar sudah jelas, diantaranya ke Jepang atau Korea yang relatif masih tinggi permintaan,” ungkapnya.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi Nunung Nurhayati menambahkan, inovasi ini sebagai upaya peningkatan produksi perikanan, salah satunya sidat. Mengingat, sidat selama ini pembudidayaannya didominasi oleh perusahaan besar.

“Kami berusaha agar masyarakat bisa terlibat membudidayakan sidat dengan sistem yang murah. Inovasi yang kita lakukan pembudidayaan melalui beberapa tahapan. Di pesantren ini kita baru melakukan tahapan kedua,” bebernya.

Meskipun baru tahapan kedua, namun sidat di pesantren ini sudah bisa dikonsumsi atau diperjualbelikan. Mengingat, ukurannya sudah memenuhi standar untuk diolah.

“Dari sini, ke depannya kami berharap pembudidayaan sidat bisa memasyarakat. Di mana tahapan nantinya melalui pelatihan hingga membantu pemasaran,” terangnya.