INDRAMAYU, Revolusinews.com – Seorang penyandang disabilitas, Tekisno (55) berharap menerima bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Indramayu untuk memenuhi kebutuhannya yang tinggal sendirian di rumah yang berada di Desa Langut Blok Balaidesa RT 01 RW 01 nomor 17 Kecamatan Lohbener Kabupaten Indramayu Provinsi Jawa Barat.
Selesainya melengkapi berkas persyaratan pengajuan permohonan bantuan disabilitas, berkas yang sudah ditandatangani oleh pihak Desa dan Kecamatan, Tekisno yang didampingi Relawan Wani Indramayu (RWI) menuju ke kantor Baznas Kabupaten Indramayu yang berada di jalan Mayjen Sutoyo nomor 3F Lemahabang Kecamatan Indramayu. Setibanya di kantor Baznas, berkas tersebut diterima oleh petugas Baznas dan menunggu kabar selanjutnya dari pihak Baznas karena pengajuan bantuan berupa kaki palsu melalui beberapa tahapan.

Selanjutnya, Tekisno dan RWI menuju ke kantor Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Indramayu yang berada di jalan raya Pabean Udik nomor 268 Pabean Udik Kecamatan Indramayu.
Di ruang kerjanya, Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kabupaten Indramayu, Hj Sri Wulaningsih SE Ak didampingi H Caridin SPd MSi menerima dengan baik kehadiran Tekisno dan RWI.
Kepada Kadinsos Indramayu, Ketua RWI, H Sukenda SKep Ners mengatakan, bahwa selama Tekisno menyandang disabilitas belum pernah menerima bantuan apapun dari pihak Pemerintah Daerah (Pemda) maupun Pemerintah pusat.
Padahal, Tekisno sudah pernah mendaftarkan diri ke pihak desa setempat agar menerima bantuan namun sampai saat ini belum pernah menerima bantuan apapun.
“Sudah hampir 2 (Dua) tahun Tekisno ini menggunakan BPJS Kesehatan mandiri dan selama ini yang membayarnya kami, sehungungan Tekisno merasa keberatan untuk dibantu kami, maka Tekisno berkeinginan agar dibuatkan BPJS Kesehatan yang gratis karena keterbatasan biaya,” kata H Sukenda SKep Ners kepada Kadinsos pada Selasa (12/8/2023) sekira 13.44 WIB.
Sementara, Tekisno dihadapan Kadinsos mengatakan bahwa selama ini yang membantu dari pihak RWI. “Saya pengen cari duit sendiri, saya pengen jualan. Selama ini dari relawan wani yang bayar BPJS,” ungkapnya.
Hj Sri Wulaningsih SE Ak yang mengetahui adanya kondisi Tekisno yang belum pernah menerima bantuan, Ia merasa kaget dan dengan kondisi mata yang berkaca-kaca hingga tak kuat membendung air matanya.
“Padahal sudah 2 (Dua) tahun menjabat, saya sudah sering menghimbau ke Pak Camat dan Pak Kades untuk melihat warganya, barangkali ada lansia yang terlantar, disabilitas, anak terlantar, tuna sosial bahkan orang gila, agar menyampaikan laporannya ke kami. Setelah adanya laporan nanti kami akan turun langsung ke lapangan. Sudah ada tim resource, tim rehabilitasi sosial yang datang. Yang penting kirimkan saja foto copy KTP dan KK yang bersangkutan melalui WhatsApp juga boleh, kita juga ada medsosnya. Kita pasti turun kelapangan untuk assessment pemerlu data kebutuhan. Selama 2 (Dua) tahun saya pro aktif bahkan medsos saya, Hp saya juga terbuka untuk call center,” kata Hj Sri Wulaningsih SE Ak.
Tahun 2022, lanjut Hj Sri Wulaningsih SE Ak, pihaknya sudah membantu disabilitas berupa kaki palsu, tangan palsu, berbagai macam tongkat dan kursi roda. Tak sampai itu juga, nanti tim datang selain memberikan bantuan juga memberika bantuan sembako dari Bupati, dan nanti di cek KTP dan KKnya apakah sudah update apa belumnya. Karena KTP dan KK harus update mengikuti perkembangan.
“Nanti ada tim saya untuk menegur petugas desa agar Tekisno datanya segera di input DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial,red) supaya menerima bantuan. Yang bisa diberikan ada 3 (Tiga) bantuan, Jamkesmas, PKH, BPNT dan juga akan kita upayakan untuk mengusulkan bantuan kaki palsu ke Kemensos. Untuk bantuan permakanan belum bisa karena usia. Kita input datanya ke DTKS, kita masukan usulan-usulan itu, kita tunggu 1 hingga 2 bulan. Kalau belum ada perkembangan nanti infokan lagi ke kami nanti kita cek. Yang penting kedepannya pak Tekisno harus bisa terjamin,” kata Hj Sri Wulaningsih SE Ak mengakhiri pembicaraan.
Selesainya itu Tekisno dan RWI berpamitan meninggalkan ruangan Kadinsos Indramayu dan pulang ke rumah.
Saat dikonfirmasi RNews, Tekisno mengucapkan terimakasih kepada RWI dan juga kepada Wartawan RNews serta semuanya yang sudah peduli dan mambantunya untuk mengajukan kaki palsu dan bantuan lainnya, yang telah mengantar ke kantor Baznas Idan Dinsos Indramayu.
“Harapan saya kedepannya kalau nanti sudah mempunyai kaki palsu, saya pengen berpenghasilan sendiri, mau jualan, jangan dijamin orang lain terus,” kata Tekisno seraya mengatakan, untuk teman-teman yang seperti saya jangan menyerah dan tetap semangat terus tetap berusaha.
Tekino juga merasa bangga dan senang karena bisa bertemu langsung dengan Kepala Dinsos Indramayu, Ibu Wulan berkat adanya usaha dari RWI dan Wartawan RNews.
“Terimakasih sudah bertemu langsung dengan beliau. Malah beliau sangat terharu melihat saya. Beliau mau mengusahakan membatu saya. Sampai beliau sedih meneteskan air mata. Saya merasa bahagia melihat Kepala Dinsos sampai mau nengusahakan agar saya dapat bantuan. Terimakasih kepada Kepala Dinsos, Ibu sudah mau mengusahakan saya, terimakasih ya Bu,” kata Tekisno.
Sementara, H Sukenda SKep Ners kepada RNews mengatakan ucapan terimakasih ke pihak Dinsos Indramayu yang telah merespon kehadirannya.
“Alhamdulillah, ketika niat baik kita dengan kawan-kawan akhirnya ketemu dengan orang baik juga. Saya mengucakan terimakasih banyak kepada Ibu Wulan Kepala Dinsos Indramayu. Beliau sangat respon sekali sampai beliau nangis tadi. Ketika ada seorang Bapak Tekisno yang selama ini berjuang sendiri untuk kesehariannya dan BPJS Kesehatannya yang iuran, tadi Kadinsos terketuk hatinya dan InsyaAllah akan diperjuangkan, akan mendapatkan semua bantuan, InsyaAllah itu sih mudah-mudahan,” katanya.
Untuk pengajuan kaki palsu, lanjut H Sukenda SKep Ners, kita kemana saja yang dapatnya cepat kita ambil. Kita sudah ke Baznas, sudah je komunitas, dan terakhir kita sudah ke Dinsos.
Jika nanti dari pihak Baznas belum bisa merealisasi batuan kaki palsu dan pihak Dinsos belum juga merealisasikan bantuan, tindakan dari pihak RWI masih optimis adanya bantuan dari orang lain.
“Kita kan gak bisa menggantungkan tapi berharap semoga saja bisa tapi ketika misalkan belum dapat batuan, InsyaAllah dapat lah. Banyak orang-orang baik di luar sana. Kita juga kan selain ke Dinsos dan Baznas juga kebkomunitas dermawan. Mudah-mudahan ada yang terketuk hatinya. Ketika Pak Tekisno ini sudah niat, ketika dia ada kaki palsu, dia akan jualan biar makannya itu gak tergantung sama orang lain,” katanya.
Pesan kepada relawan, kalau saya itu prinsipnya ketika ada orang yang minta tolong ketika kita kita mampu ya bergerak tapi ketika kita tidak mampu ya jangan dipaksanakan.
Pesan kepada Bupati Indramayu, tadi Kadinsos selama menjabat 2 tahun ini katanya menjalankan program-program Ibu Nina sebagai Bupati Indramayu, makanya ketika mendengar tadi ada sosok Pak Tekisno yang kategori masuk orang yang mendapat bantuan ini sangat menyayangkan sekali katanya, ini banyak dilapangan seperti ini. Kalau program ini sudah luar biasa, hanya saja tadi gak tahu apalah kendalanya di bawah.
Harapannya terkait Pak Tekisno, sangat mengharapkan kaki palsu. Kalau bantuan lainnya kan tadi sudah tercover sama Ibu Kadinsos, beliau juga kan perpanjangan tangan dari Bupati.
“Kepada Bapak Tekisno atau orang-orang di luar sana yang kurang beruntung agar tetap semangat, jangan menyerah. Kepada para relawan juga untuk yang punya niat ketika mau membantu apapun itu maju terus pantang mundur,” kata H Sukenda SKep Ners mengakhiri pembicaraan.












