LEBAK,Revolusinews.com – Pemberitaan terkait dugaan nasi berbatu serta warna nasi kekuningan yang dinilai tidak layak konsumsi pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) Yayasan Al Miftah, Kampung Cinagrog, Desa Malingping Utara, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Banten, dibantah oleh pihak pengurus sekaligus pengelola MBG Yayasan Al Miftah, Minggu (18/01/2026).
Muhamadin, S.P.di, menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar dan tidak didukung data yang valid. Ia menyebutkan bahwa nasi yang dipermasalahkan tidak menggunakan beras berkualitas rendah, melainkan beras super yang dicampur dengan perasan buah naga sebagai upaya meningkatkan nilai gizi makanan.
“Warna nasi yang terlihat kekuningan berasal dari campuran perasan buah naga. Sementara butiran hitam yang dikira batu sebenarnya adalah biji buah naga. Proses pengolahan nasi dilakukan menggunakan metode steamer, jika dimasak menggunakan magic com atau cara tradisional (hasepan), warnanya akan tetap ungu,” jelas Muhamadin.
Terkait pemberitaan yang telah beredar, Muhamadin menyayangkan karena dinilai tidak melalui proses klarifikasi dan tidak bersumber dari data yang akurat.
“Kami telah menyelesaikan persoalan ini secara baik-baik dengan pihak terkait. Sudah ada perdamaian dan tidak ada tuntutan maupun somasi,” tegasnya.

Pihak Yayasan Al Miftah pun berharap ke depan insan pers dapat mengedepankan prinsip konfirmasi dan keberimbangan informasi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman ditengah masyarakat.
Namun demikian, Ketua Cabang Ikatan Mahasiswa Cilangkahan (IMC) Kota Malingping, Nano Suryana, S.IP, menyoroti sikap salah satu pengurus MBG Yayasan Al Miftah yang dinilai kurang kooperatif saat awak media melakukan konfirmasi dan investigasi di lingkungan MBG.
Menurut Nano, pengurus yayasan sekaligus pemberi manfaat yang berinisial (M) terkesan melarang pendokumentasian di sekitar ruang penyimpanan bahan kebutuhan MBG. Sikap tersebut juga disertai nada bicara yang dinilai tidak pantas terhadap awak media.
Nano menegaskan bahwa sikap terbuka dan komunikasi yang baik dari pengelola program sangat penting guna menjaga transparansi, mencegah kesalahpahaman, serta mempertahankan kepercayaan publik terhadap pelaksanaan program MBG.
Reporter: Hedi. S






