Oleh : Dede Farhan Aulawi
Revolusinews.com – Pariwisata merupakan salah satu sektor strategis yang mampu memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, peningkatan devisa negara, serta penguatan citra suatu daerah di mata dunia. Namun, keberhasilan pembangunan sektor pariwisata tidak hanya ditentukan oleh keindahan destinasi, kelengkapan infrastruktur, ataupun promosi yang masif. Faktor keamanan dan keselamatan wisatawan menjadi unsur yang sangat penting dalam menentukan kualitas dan daya saing sebuah destinasi wisata. Wisatawan pada dasarnya akan memilih tempat yang memberikan rasa aman, nyaman, dan terlindungi selama perjalanan mereka.
Pengembangan wisata berbasis keamanan dan keselamatan wisatawan merupakan pendekatan pembangunan pariwisata yang menempatkan perlindungan wisatawan sebagai prioritas utama. Dalam konsep ini, seluruh unsur pariwisata mulai dari pemerintah, pengelola destinasi, pelaku usaha, masyarakat lokal, hingga aparat keamanan harus bekerja secara terpadu untuk menciptakan lingkungan wisata yang aman dan kondusif. Tanpa jaminan keamanan, destinasi wisata berpotensi kehilangan kepercayaan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.
Keamanan wisata mencakup perlindungan dari tindak kriminal seperti pencurian, penipuan, pemerasan, kekerasan, hingga ancaman terorisme. Sementara itu, keselamatan wisata berkaitan dengan perlindungan wisatawan dari kecelakaan, bencana alam, wabah penyakit, serta risiko teknis selama melakukan aktivitas wisata. Kedua aspek ini saling berkaitan dan menjadi fondasi penting dalam pengembangan pariwisata modern yang berkelanjutan.
Dalam konteks Indonesia sebagai negara kepulauan dengan kekayaan destinasi wisata alam, budaya, dan bahari, tantangan keamanan dan keselamatan wisata cukup kompleks. Banyak destinasi wisata berada di wilayah rawan bencana seperti gempa bumi, tsunami, letusan gunung api, dan banjir. Selain itu, aktivitas wisata petualangan seperti pendakian gunung, arung jeram, penyelaman, dan wisata laut memiliki risiko kecelakaan yang tinggi apabila tidak didukung standar keselamatan yang baik. Oleh karena itu, pengembangan sistem mitigasi risiko menjadi kebutuhan yang sangat mendesak.
Salah satu langkah penting dalam pengembangan wisata berbasis keamanan adalah peningkatan kualitas infrastruktur pendukung keselamatan. Pemerintah dan pengelola destinasi perlu menyediakan jalur evakuasi yang jelas, papan informasi keselamatan, sistem peringatan dini, pos kesehatan, alat penyelamatan, serta fasilitas penerangan yang memadai. Di kawasan wisata pantai misalnya, keberadaan petugas penjaga pantai dan rambu peringatan ombak sangat penting untuk mencegah kecelakaan wisatawan. Begitu pula di kawasan pegunungan, diperlukan standar keamanan jalur pendakian dan pengawasan terhadap kondisi cuaca.
Selain infrastruktur, penguatan sumber daya manusia pariwisata juga sangat penting. Petugas wisata, pemandu wisata, pelaku usaha hotel, transportasi, dan masyarakat sekitar destinasi perlu dibekali pelatihan mengenai keselamatan wisata, pertolongan pertama, manajemen krisis, serta pelayanan wisata yang profesional. Kemampuan dalam menangani situasi darurat dapat meminimalkan dampak risiko dan meningkatkan kepercayaan wisatawan terhadap destinasi tersebut.
Pemanfaatan teknologi digital juga dapat mendukung keamanan dan keselamatan wisatawan. Penggunaan kamera pengawas, aplikasi informasi wisata, sistem pelacakan wisatawan, layanan pengaduan online, hingga penyebaran informasi cuaca dan kebencanaan secara real time dapat membantu wisatawan memperoleh perlindungan yang lebih baik. Di era transformasi digital, teknologi menjadi instrumen penting dalam menciptakan smart tourism yang aman dan responsif terhadap berbagai ancaman.
Di sisi lain, kesadaran masyarakat lokal terhadap pentingnya keamanan wisata harus terus ditingkatkan. Masyarakat merupakan garda terdepan dalam menciptakan suasana yang ramah dan aman bagi wisatawan. Sikap jujur, sopan, serta kepedulian terhadap wisatawan akan membangun citra positif destinasi. Sebaliknya, praktik pungutan liar, penipuan harga, ataupun tindakan kriminal dapat merusak reputasi pariwisata dalam jangka panjang.
Pengembangan wisata berbasis keamanan dan keselamatan juga berkaitan erat dengan keberlanjutan pariwisata. Destinasi yang aman akan mampu mempertahankan loyalitas wisatawan dan menciptakan kunjungan berulang. Bahkan dalam persaingan global antar destinasi wisata, faktor keamanan sering menjadi pertimbangan utama wisatawan sebelum menentukan tujuan perjalanan. Negara atau daerah yang mampu menjaga stabilitas keamanan cenderung lebih unggul dalam menarik investasi dan wisatawan internasional.
Pandemi COVID-19 juga memberikan pelajaran penting bahwa aspek keselamatan kesehatan menjadi bagian integral dalam sektor pariwisata. Penerapan standar kebersihan, sanitasi, dan kesehatan kini menjadi tuntutan baru dalam pengelolaan destinasi wisata. Wisatawan semakin memperhatikan protokol kesehatan, kualitas kebersihan fasilitas, serta kesiapan layanan medis di lokasi wisata.
Dengan demikian, pengembangan wisata berbasis keamanan dan keselamatan wisatawan bukan sekadar pelengkap, melainkan kebutuhan utama dalam pembangunan pariwisata masa depan. Keamanan dan keselamatan merupakan investasi jangka panjang untuk membangun kepercayaan, kenyamanan, dan citra positif destinasi wisata. Melalui sinergi antara pemerintah, pelaku industri, masyarakat, dan teknologi, Indonesia dapat mewujudkan sektor pariwisata yang tidak hanya indah dan menarik, tetapi juga aman, nyaman, dan berkelanjutan bagi seluruh wisatawan.








