JAKARTA UTARA, Revolusinews.com – Perusahaan logistik di Indonesia kini merasakan dampak yang sangat merugikan akibat minusnya sistem pelayanan di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Sejak beberapa waktu terakhir, banyak aspek dalam pelayanan yang mengalami gangguan, yang berujung pada keterlambatan pengiriman barang yang bisa mencapai berjam-jam.
Kekecewaan pelayanan di Pelabuhan Tanjung Priok tersebut disampaikan dan dirasakan oleh Pimpinan Perusahaan PT Sindo Makmur Logistik sekaligus Sekretaris DPD Klub Logindo DKI Jakarta, Ibu Wiwik yang diterima RevolusiNews.com (RNews) pada Jumat (24/1/2025).
“Kami sangat kecewa dengan sistem pelayanan di Pelabuhan Tanjung Priok yang bertele tele. Keterlambatan dan error serta panjangnya alur dalam proses pengeluaran dan pengiriman barang telah menyebabkan cost yang besar dalam dunia logistik, sehingga berdampak kerugian besar bagi perusahaan kami sebagai salah satu pengguna jasa,” ungkap Ibu Wiwik dengan nada frustrasi.
Menurutnya, kekecewaan ini bukan tanpa sebab, mengingat perusahaan-perusahaan logistik harus menghadapi tantangan besar untuk menjaga efisiensi dan kepercayaan dari mitra bisnis, dimana kerugian yang dialami tidak hanya berimbas pada aspek waktu, tetapi juga mengancam integritas hubungan bisnis yang telah dibangun dengan susah payah.
“Kami khawatir jika sistem pelayanan di Pelabuhan Tanjung Priok tidak segera diperbaiki maka perusahaan logistik di Indonesia akan mengalami kerugian yang lebih besar lagi,” ucap Ibu Wiwik seraya menggambarkan suara keprihatinan ini mencerminkan kekhawatiran mendalam bagi para pelaku usaha terhadap masa depan industri logistik di tanah air.
Ibu Wiwik menyarankan, dalam upaya untuk mencari solusi, banyak perusahaan logistik berharap agar pihak berwenang mengambil langkah konkret dalam mengatasi masalah ini, di antaranya kendalikan pelayanan dengan baik, pangkas beberapa alur dan tingkatkan sistem IT dalam pelayanan di terminal – terminal di dalam pelabuhan agar keberadaan Pelabuhan Tanjung Priok dapat kembali menjadi andalan bagi dunia usaha.
“Kami menyarankan betapa pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan pelaku bisnis untuk memulihkan situasi dengan harapan dan langkah konkret para pelaku usaha berjuang agar sistem pelayanan di Pelabuhan Tanjung Priok dapat segera pulih dan lebih baik, sehingga dapat mempertahankan daya saing dan kepercayaan di pasar yang semakin kompetitif ini,” harap Ibu Wiwik menutup pembicaraannya.












