LEBAK,RevolusiNews.com – Lagi-lagi pelayanan operator SPBU Bayah dikeluhkan para pengendara roda 2 dan ronda 4 yang hendak mengisi BBM jenis Pertalite, diduga akibat banyak melayani yang belanja menggunakan jerigen.
Masyarakat pengendara yang hendak mengisi BBM jenis Peryalit menuding Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, lebih mengutamakan pengisian Jerigen, meski menimbulkan antrian kendaraan yang hendak ngisi BBM Pertalite cukup panjang, Minggu (26/3/2023).
Gunawan yang akrab disapa Belong, Warga Desa Bayah Barat, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten yang juga selaku Korwil Selatan Ormas Jarum mengatakan, bahwa Pertamina jelas-jelas melarang keras untuk pembelian BBM di SPBU jenis Pertalite dengan menggunakan Jerigen. Akan tetapi pihak SPBU Bayah secara terang-terangan melayani pembelian BBM jenis Pertalite yang menggunakan jerigen, bahkan terlihat mengabaikan para pengendara yang hendak mengisi Pertalite hingga harus mengantri panjang
“Jelas saya melihat dengan mata kepala saya sendiri, saya antri berbanjar sampai kurang lebih mungkin ada 12 motor, dan di samping kiri berbanjar pula kendaraan roda empat, beberapa kali saya melihat pengisian jenis Pertalite ke jerigen,” ungkap Belong kepada Wartawan, Minggu (26/03/2023).
Belong menyayangkan cara pelayanan pengisian BBM jenis pertalite di SPBU Bayah, yang terlihat jelas sekali lebih mengutamakan pengisian ke jerigen ketimbang kendaraan roda 2 dan roda 4 yang hendak mengisi BBM jenis Pertalite.
“Tadi itu saya mau ngabuburit bareng dengan anak, dan saya bermaksud mau ngisi Pertalite dulu, ternyata harus ngantri dulu panjang sekali, karena operator terlihat lebih mengutamakan ngisi Pertalite ke jerigen, lanjut Gunawan.
Sampe anak saya teriak-teriak di samping SPBU, manggil saya, buruan cepetan, katanya. Namun apa yang saya liat petugas tetap saja mengisi BBM ke jerigen, terang Belong dengan nada terlihat kesal
Petugas SPBU melambaikan tangan agar saya geser ke jalur barisan mobil, yang kebetulan tersisa satu unit angkot. Saya dan yang lain di depan ikut geser, namun tetap saja saya lama nunggu, dan lihat petugas tetap saja mengisi ke jerigen, terang Belong lagi.
Saya meminta kepada pihak pemerintah dalam hal ini Pertamina Pusat agar mengawasi SPBU Bayah dalam hal pelayanan dan cara pengisian BBM jenis Pertalite, agar warga masyarakat khususnya pengendara baik motor atau mobil yang mau mengisi BBM jenis Pertalite tidak begitu lama harus mengantri, dan memberikan sanksi karena diduga kuat telah menjual BBM jenis Pertalite kepada pengepul atau pengecer,” tandas Gunawan Belong.
Sementara itu, saat wartawan minta tanggapan dari Fahri selaku pengawas SPBU Bayah via Chat WhatsApp terkait keluhan pengendara kendaraan roda 2 dan roda 4 yang menyoal banyaknya pengisian BBM jenis Pertalite ke jerigen yang menimbulkan antrian panjang mengatakan bahwa pihak SPBU Bayah saat ini sedang dalam penambahan 1 (satu) Nozzle lagi khusus untuk roda dua.
“Terkait keluhan pelayanan, antrian sudah saya jelaskan Nozzle saya cuma ada dua dan harus membaca up beberapa Kecamatan yang ada di Bayah masyarakat umum dan surat-surat rekomendasi lainya , kami pihak SPBU sudah berupaya sebaik mungkin untuk mengatur antrian dan pemilik surat-surat rekomendasi, solusinya kami sedang proses penambahan 1 Nozzle lagi untuk khusus pengendara roda dua,” jelas Fahri via WhatsApp, Minggu (26/03/2023) pukul 22 : 25 Wib. (*)






