INDRAMAYU, Revolusinews.com – Sejumlah penjual pemilik kios mengatakan dalam penjualan pupuk bersubsidi urea dan phonska tidak mengalami kendala khususnya di wilayah Losarang Kabupaten Indramayu Provinsi Jawa Barat.
Hal tersebut disampaikan oleh pemilik kios Febri Tani, Rendi yang menjual pupuk bersubsidi di Desa Losarang RT 05 RW 02 Kecamatan Losarang Kabupaten Indramayu Provinsi Jawa Barat mengatakan tidak ada kendala dalam penjualan pupuk bersubsidi.
“Kalau saya tidak ada pengaruhnya, yang pengruh itu ke petani karena kalau pupuk non subsidi harganya Rp.1.000.000 per Kwintal, 1 (Satu) kilonya Rp.10.000. Itu yang paling murahnya. Ada juga yang harganya Rp.2.000.000, pupuk NPK. Kan berat bagi petani, makanya petani rebutannya pupuk subsidi saja,” kata Rendi kepada Media RNews, Rabu (01/02/2023).
Lebih lanjut Ia mengatakan, apabila kendala dari petani itu banyak, ada yang tidak terdata memang tidak daftar ulang, kalau sekarang mau menggarap sawah itu diwajibkan untuk mendaftar ulang, karena jangan sampai data pupuk bersubsidinya tidak tumpang tindih, jangan sampai yang berhak tidak dapat, malah yang tidak menggarap sawah dapat, itu tujuan pendataan.
Rendi menjelaskan, semisal saat ini petani belum dapat pupuk bersubsidi, maka dipersilahkan untuk mendaftar, agar tahun depat dapat menerima pupuk bersubsidi. Untuk pengajuan pendaftaran syaratnya foto coppy KTP, KK dan luas garapan sawahnya ada berapa, untuk pembuktian bahwa petani sedang menggarap sawah. Seharusnya petani mendaftarnya ke ketua kelompok tani namun saya hanya menfasilitasi saja.
“Saya menjemput bola, saya juga butuh data petani. Saya juga tidak asal menerima pembelian yang namanya tidak terdaftar karena saya juga membuat laporan. Untuk pembelian sesuai quota. Pupuk urea harga jualnya Rp.2.250 per Kilonya, pupuk Phonska Rp.2.300 per Kilo. Kalau pupuk NPK disini tidak ada,” terangnya.

Sementara, pemilik kios Hanif Tani Desa Muntur Kecamatan Losarang Kabupaten Indramayu, H Roni saat disambangi RNews mengatakan selama ini tidak ada kendala dalam penjualan pupuk bersubsidi, jika ada kendala pun Ia bisa mengatasinya.
“Disini aman. Alhamdulillah, yang terkendala itu kan mungkinan petani dan pemilik kiosnya masih belum paham. Kalau saya, jika ada petani yang terkendala belum bisa menerima pupuk subsidi, KTP dan KK nya tinggal saya foto kemudian saya kirim,” katanya.
Masih di wilayah Kecamatan Losarang tepatnya di Desa Ranjeng, RNews mengkonfirmasi Wasdin pemilik kios Sinar Gumilang.
“Pupuk Urea sudah terjual dan yang masih ada untuk cadangan jangan sampai petani kekurangan urea. Petani disini sudah pada beli urea. Alhamdulillah sampai saat ini tidak ada kendala, lancar. Untuk harga jual urea Rp.240.000 per Kwintal, itu sudah diantar ke tempat pembeli, harga segitu untuk bayar tenaga kerja angkut urea dan untuk biaya antar, diantar pake mobil. Kalau harga jual ureanya Rp.225.000 per Kwintal. Semisal petani langsung membeli urea dan ambil sendiri harganya Rp.225.000. Untuk harga pupuk Phonska Rp.230.000 per Kwintalnya,” kata Wasdin.
Masih ditempat yang sama, Nana (Anaknya Wasdin) saat menemui RNews mengatakan, pernah mengalami kendala pada tahap registrasi ulang ke Bank Mandiri namun Ia sudah bisa menyelesaikan. Saat ini Ia tidak mengalami kendala lagi.
“Kita sudah memberikan saran kepada petani yang belum memahami dan yang mau beli pupuk bersubsidi, persyaratan mendaftarnya membawa foto coppy KK, KTP dan kita juga menayakan lokasi sawahnya dimana juga jumlah luas sawahnya ada berapa, setelah itu data tersebut kita serahkan ke Ketua kelompok kios untuk di proses selanjutnya, setelah itu nanti dapat kartu tani,” jelas Nana yang juga berprofesi Wartawan Jabar Online.
Dikatakan Nana, untuk pembelian pupuk bersubsidi, sesuai quota saja. Jadi, petani itu kan daftar, petani punya sawahnya berapa hektar, jadi dari sananya ada quotanya sendiri. Kalau beli pupuk bersubsidi ya sesuai dengan quota. Kartunya saja di gesek, nanti cek quota, nanti ketahuan quotanya ada berapa. Jadi, gak bisa lebih dan kurang.
“Sebelum ini juga kita jual pupuk non subsidi. Kalau pupuk non subsidi kan tidak pake quota, quotanya bebas. Enakan kemarin karena kita kan penjual, kita juga belanja, otomatis kita juga ingin pupuknya cepat laku, petani mau beli berapa banyak kita jual saja, tidak ribet,” pungkasnya.
Pemilik kios pupuk UD Agung Jaya Tani yang berada di Desa Pegagan Kecamatan Losarang, Raswin saat dikonfirmasi RNews menyebutkan bahwa selama dalam penjualan pupuk bersubsidi tidak terkendala apapun.
“Selama ini dalam penjualan pupuk bersubsidi tidak ada kendala,” tutup pemilik kios UD Agung Jaya Tani sebagai penjual pupuk bersubsidi.






