Persiapan Seren Tahun 2025 di Desa Sobang: Lestarikan Warisan Budaya dan Hidup dalam Kebersamaan

oleh -182 Dilihat
img 20250627 wa0008
Poto: Pemandangan nan indah, sepanjang jalan di Desa Sobang dihiasi pohon pisang dan umbul-umbul, dalam acara seren tahun.(dok.Leber)

LEBAK, Revolusinews.com – Desa Sobang, Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, Banten, kembali menggema oleh semangat budaya dan gotong royong dalam perayaan seren tahun yang berlangsung meriah dan penuh kekhidmatan, Jum’at (27/6/2025).

Tradisi tahunan yang telah mengakar sejak zaman leluhur ini menjadi simbol rasa syukur masyarakat atas hasil panen, sekaligus momentum mempererat persatuan dan melestarikan kearifan lokal.

Sejak pagi, warga dari berbagai penjuru kampung mulai berdatangan dengan membawa batang pohon pisang lengkap dengan tandan buahnya. Pohon-pohon tersebut kemudian ditanam secara sementara di sepanjang jalan menuju lokasi utama acara sebagai bagian dari dekorasi adat. Selain memperindah suasana, pohon pisang melambangkan hasil bumi, kesuburan, dan keberkahan yang menjadi inti dari makna Seren Taun.

img 20250627 121751

Jalan desa dihiasi pula dengan janur kuning, bendera warna-warni, serta rangkaian hasil bumi seperti padi, umbi-umbian, dan buah-buahan yang ditata diatas nampan bambu.

Para pemuda terlihat kompak mendirikan panggung utama, memasang tenda, dan mengatur sound system. Ibu-ibu menyiapkan aneka makanan tradisional, mulai dari nasi tumpeng, uli, sampai rengginang, sementara anak-anak dengan riang berlarian menikmati suasana perayaan.

Lurah Desa Sobang, Jaro Surawijaya, turut hadir memimpin langsung rangkaian persiapan dan memberikan semangat kepada seluruh warga.

“Seren Taun ini bukan sekadar ritual, tapi bentuk penghormatan kepada alam, leluhur, dan sesama. Saya sangat bangga melihat semangat warga Sobang, khususnya generasi muda yang terus menjaga dan merawat budaya ini dengan cinta dan tanggung jawab,” ujarnya di tengah kesibukan persiapan.

img 20250627 121722

Tak kalah penting, peran para RW juga sangat besar dalam menyukseskan acara ini. Di bawah komando RW Ali, seluruh ketua RW di Desa Sobang kompak bergandengan tangan, menyatukan warganya untuk turun langsung ke lapangan.

“Kami para RW bukan hanya mendukung dari belakang, tapi ikut terjun langsung. Saya bersyukur semua RW solid dan warga ditiap wilayah ikut bergerak. Ini bukti bahwa Seren Taun adalah milik kita bersama, dan harus dijaga agar tidak punah ditelan zaman,” ujar RW Ali dengan penuh semangat.

Kolaborasi antara Jaro Surawijaya dan RW Ali menunjukkan sinergi kepemimpinan yang luar biasa. Kepedulian mereka dalam menjaga nilai budaya, memperkuat partisipasi warga, dan merawat tradisi, menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Banten.

Seren Taun 2025 di Desa Sobang bukan hanya menjadi agenda budaya, tetapi juga menjadi cermin kuatnya identitas masyarakat. Dari batang pohon pisang yang dibawa warga, derap kaki gotong-royong para pemuda, hingga tawa dan haru dalam setiap doa, semua berpadu menjadi satu cerita: bahwa budaya bukan sekadar warisan masa lalu, tapi pondasi untuk masa depan.

Reporter: Didin Leber