Piala KONI Cup 2 Bukan Hanya Sepak Bola, UMKM Lokal Turut Mendapat Panggung

oleh -7 Dilihat
oleh
img 20261031 wa0016 11zon

JAKARTA UTARA, Revolusinews.com – Kompetisi sepak bola usia dini tidak selalu harus berbicara tentang kemenangan, kekalahan, dan perebutan trofi. Lebih dari itu, sebuah kegiatan olahraga juga dapat menjadi ruang pertemuan masyarakat, wadah pembinaan generasi muda, sekaligus penggerak ekonomi lokal.

Semangat itulah yang terlihat dalam penyelenggaraan Piala KONI Cup 2 Tahun 2026 mempertandingkan kelompok usia 10 tahun (U-10) dan 12 tahun (U-12) selama dua hari, Sabtu dan Minggu di Jakarta Utara.

Menariknya, penyelenggaraan tahun ini tidak hanya melibatkan komunitas sepak bola dan sekolah sepak bola (SSB), tetapi juga menggandeng pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat.

Ketua Pelaksana Piala KONI Cup 2, Rudy Susanto mengatakan keterlibatan UMKM merupakan bagian dari semangat penyelenggara untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“Alhamdulillah, antusiasme peserta cukup baik. Kami juga berkolaborasi dengan UMKM setempat. Harapan kami, kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi pembinaan sepak bola anak-anak, tetapi juga membuka ruang bagi pelaku usaha kecil di wilayah Jakarta Utara,” ujar Rudy.

Menurutnya, sepak bola memiliki ekosistem yang luas. Di dalamnya terdapat atlet, pelatih, pengelola SSB, panitia, masyarakat, hingga pelaku usaha kecil yang dapat tumbuh bersama melalui kegiatan olahraga.

Dukungan terhadap kegiatan tersebut disampaikan Ketua KONI Kota Jakarta Utara, Nasrul Qadar Taslim. Ia menegaskan bahwa pembinaan olahraga harus dimulai dari tingkat paling bawah atau grassroots.

Menurut Nasrul, kompetisi usia dini merupakan salah satu cara untuk melihat potensi sekaligus memberikan pengalaman bertanding kepada anak-anak yang selama ini menjalani latihan di SSB.

“Kami dari KONI Jakarta Utara mendukung kegiatan sepak bola, khususnya di tingkat grassroots. Ini merupakan komitmen kami untuk mencari dan menyiapkan atlet sejak usia muda,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, Piala KONI Cup tahun ini merupakan penyelenggaraan kedua. Sebelumnya, kegiatan serupa telah dilaksanakan di kawasan Babek, Cilincing, pada 2025.

Nasrul berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi bagian dari proses panjang pembinaan atlet sehingga Jakarta Utara memiliki lebih banyak pilihan bibit pesepak bola potensial untuk dibina ke jenjang berikutnya.

Sementara itu, Ketua Askot PSSI Jakarta Utara, Samsul Bahri, menilai kompetisi usia dini memiliki peran penting dalam membangun karakter anak.

Baginya, kemampuan mengolah bola bukan satu-satunya hal yang harus ditanamkan. Anak-anak juga perlu belajar menghargai lawan, menghormati rekan satu tim, serta memahami arti sportivitas.

“Kegiatan ini sangat positif. Anak-anak bisa berkumpul, bermain, dan mengeluarkan kemampuan mereka. Yang paling penting, mereka belajar sportivitas, saling menghargai, respect, dan fair play,” kata Samsul.

Ia berharap Piala KONI Cup dapat terus berlanjut dengan penyelenggaraan yang semakin baik sehingga memberikan ruang lebih luas bagi anak-anak untuk berkembang melalui olahraga.

Kolaborasi antara KONI, Askot PSSI, panitia pelaksana, SSB, dan UMKM menjadi pesan tersendiri dalam penyelenggaraan Piala KONI Cup 2.

Sebab, keberhasilan pembinaan olahraga tidak hanya ditentukan oleh banyaknya kompetisi, tetapi juga dukungan lingkungan dan keterlibatan masyarakat di sekitarnya.

Piala KONI Cup 2 tahun 2026 diharapkan menjadi contoh bahwa lapangan olahraga dapat menghadirkan lebih banyak manfaat. Anak-anak memperoleh pengalaman dan pendidikan karakter, bibit atlet mendapatkan kesempatan menunjukkan kemampuan, sementara pelaku UMKM memperoleh ruang untuk memperkenalkan produk dan mengembangkan usahanya.

Pada akhirnya, sepak bola bukan sekadar permainan 11 lawan 11. Di balik sebuah pertandingan, ada masa depan generasi muda dan peluang pemberdayaan ekonomi masyarakat yang bisa tumbuh bersama.