
SERANG, Revolusinews.com – Warga Desa Cireundeu mengeluhkan pengelolaan limbah kotoran ayam petelur yang berdampak bau menyengat tidak sedap karena mengganggu kenyamanan, memicu masalah kesehatan pernapasan, penurunan kualitas udara akibat pelepasan gas beracun hingga membatasi interaksi sosial warga di sekitarnya.
Seperti diketahui, budidaya ayam petelur tersebut dari anggaran Dana Desa Cireundeu yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Raksa Niaga Cireundeu untuk unit usaha ayam petelur yang berlokasi di Kp. Cirendeu RT 009/RW 003 Desa Cireundeu, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, Banten.

Saat dikonfirmasi Revolusinews.com Kabupaten Serang pada Rabu (20/5/2026), salah satu warga setempat menyampaikan keluhan pengelolaan limbah kotoran ayam petelur tersebut yang berceceran karena bau menyengat.
“Saya sudah beberapa kali memohon untuk limbah kotoran ayam diperbaiki supaya tidak berceceran, tapi pihak pengelola diam saja,” ucap warga ke awak media.
Menanggapi aduan pengelolaan dan pengawasan BUMDes Cireundeu dari warga masyarakat, Ketua Umum Jam Banten, Hikmatul Hida akan menindaklanjuti permasalahan ini.
“Ketika benar adanya, kami akan membawa permasalahan ini ke orang yang terkait,” tegasnya.
Ketika dikonfirmasi, anggota BPD yang diduga mengelola menjawab siapa saja boleh jadi pengawas dan sudah ada aturannya.










