SUKABUMI, Revolusinews.com – Dalam rangka mengecek kesiapan awak bus maupun armada yang beroperasi di terminal, Polres Sukabumi Kota bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Sukabumi dan Terminal melaksanakan kegiatan ramp check kendaraan dan pengecekan kesehatan tes urine terhadap puluhan awak bus dan armada yang beroperasi di kawasan terminal tipe A KH A Sanusi di jalan Lingkar Selatan Baros Kota Sukabumi pada Selasa (14/3/2023).
Kapolres Sukabumi Kota AKBP SY Zainal Abidin melalui Kasat Lantas Akp Eryda Kusuma usai memantau kegiatan mengatakan, kegiatan tersebut dalam rangka cipta kondisi menjelang bulan suci Ramadhan serta persiapan Operasi Ketupat Lodaya 2023. Lanjutnya, bahwa Polres Sukabumi Kota bekerjasama dengan pihak terminal tipe A KH A Sanusi dan Dinkes Kota Sukabumi melaksanakan kegiatan pemeriksaan kesehatan bagi seluruh driver dan kondektur serta melaksanakan ramp check kendaraan yang masuk ke terminal tipe A KH A Sanusi Kota Sukabumi.
“Kita juga melakukan tes urine terhadap driver dan awak lainnya sebagai salah satu upaya untuk mengecek kelaikan para driver dalam mengemudi kendaraan, karena seperti yang kita ketahui bersama bahwa track atau jarak yang harus ditempuh para driver ini cukup jauh dan hingga jam 9 pagi tadi, pengecekan kesehatan maupun tes urine telah dilakukan terhadap 37 awak bus,” ujarnya.
Disamping itu, ramp check atau inspeksi kendaraan yang diselenggarakan Polres Sukabumi Kota dan pihak terminal pun dilakukan terhadap seluruh armada yang beroperasi di kawasan terminal tipe A KH A Sanusi Kota Sukabumi. Untuk pagi ini, ramp check kendaraan baru dilakukan terhadap lima kendaraan jenis bus dan kami pastikan ramp check tersebut akan terus dilakukan terhadap seluruh armada yang beroperasi di terminal ini sehingga bisa dipastikan kelaikannya.
“Tentunya kami dari pihak Kepolisian mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya para pengemudi baik bus maupun armada lainnya agar tetap mengutamakan keselamatan. Apabila lelah, silahkan beristirahat, selalu utamakan keselamatan penumpang dan diri masing-masing daripada kecepatan.” kata Akp Eryda Kusuma mengakhiri pembicaraan.






