JAKARTA BARAT, Revolusinews.com – Jajaran Polsek Tambora yang dipimpin Kanit Binmas, AKP Bambang Gunaedi, bersama Panit Binmas Polsek Tambora, Ipda Yulianto Setiawan, dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Pekojan, Aiptu Dede Sugiono melaksanakan kegiatan police goes to school ke SMP Negeri 32 Jakarta Jalan Pejagalan Raya, Kelurahan Pekojan, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat pada Rabu (16/10/2024).
Polsek Tambora hadir dengan semangat untuk memberikan edukasi kepada para generasi muda di SMP Negeri 32 Jakarta untuk menyampaikan pesan penting terkait kenakalan remaja yang semakin marak terjadi.
AKP Bambang Gunaedi mengatakan, Kegiatan Police Goes To School ini memiliki tujuan yang mulia, yaitu mensosialisasikan dampak buruk kenakalan remaja, seperti tawuran, bullying, dan perilaku destruktif lainnya.
“Anak-anak sekalian, kalian adalah masa depan bangsa. Kami hadir di sini untuk mengingatkan pentingnya menjaga diri dan menjauhi perilaku yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain,” ucapnya dengan suara penuh wibawa.
AKP Bambang Gunaedi dengan lembut namun tegas mengingatkan para siswa tentang bahayanya terlibat dalam tawuran, yang seringkali dipicu oleh hal-hal sepele.
“Satu kata yang kasar, satu ejekan kecil, bisa berujung pada permusuhan. Tidak ada kemenangan dalam tawuran, hanya ada luka dan penyesalan,” katanya dengan nada serius.
Sementara itu, Ipda Yulianto Setiawan memberikan paparan tentang bagaimana bullying dapat menghancurkan mental dan harga diri seseorang.
“Kalian mungkin menganggap itu hanya candaan, tetapi bagi mereka yang menjadi korban, itu bisa meninggalkan luka yang mendalam seumur hidup,” tuturnya.
Di sisi lain, Aiptu Dede Sugiono, dengan pengalaman panjangnya sebagai Bhabinkamtibmas, menyampaikan pesan-pesan praktis kepada para siswa. Ia memberikan tips bagaimana menghindari pergaulan yang salah dan tidak terpengaruh oleh ajakan negatif.
Tidak hanya itu, Aiptu Dede juga memberikan nomor hotline Polsek Tambora yang dapat dihubungi jika ada gangguan kamtibmas atau situasi yang memerlukan bantuan polisi.
“Kami selalu ada untuk kalian, jangan ragu untuk menghubungi kami kapan saja jika merasa tidak aman atau melihat sesuatu yang mencurigakan,” ujarnya dengan penuh empati.
Kegiatan ini tidak hanya sekadar menjadi sosialisasi biasa, namun lebih dari itu, menjadi momen di mana polisi dan siswa saling terhubung, saling memahami.
Para siswa yang sebelumnya mungkin merasa bahwa polisi adalah sosok yang jauh, kini melihat mereka sebagai teman dan pelindung yang bisa diandalkan.
AKP Bambang Gunaedi dan jajarannya berhasil menanamkan pesan penting bahwa keamanan dan ketertiban adalah tanggung jawab bersama, termasuk para siswa sebagai bagian dari masyarakat.
Di akhir kegiatan, para siswa menyambut hangat ajakan untuk bersama-sama menjaga lingkungan sekolah dan sekitarnya dari tindakan-tindakan negatif.
Mereka terlihat lebih sadar akan peran mereka dalam menjaga keamanan dan ketertiban, bukan hanya sebagai siswa, tetapi juga sebagai bagian dari komunitas.
Hari itu, di SMP Negeri 32 Jakarta, sebuah langkah kecil telah diambil, namun dampaknya mungkin akan terasa panjang dalam membentuk generasi muda yang lebih baik, lebih berintegritas, dan lebih siap menghadapi tantangan masa depan.











