TANGERANG, Revolusinews.com – Program Pascasarjana Teknik Informatika S-2 Universitas Pamulang (Unpam) mengadakan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) mengusung tema “Smart school monitoring: pengembangan dashboard real-time terintegrasi untuk pemantauan kehadiran, aktivitas, dan agenda” yang diikuti oleh siswa SMPN 14 beserta pengurus kesiswaan bertempat di UPTD SMPN 14 Jl. AMD Raya No. 15/16, Pondok Aren Tangsel (30/09/2026).
Narasumber sekaligus mahasiswa PKM Unpam Acep Syaripudin mengatakan bahwa Smart School Monitoring System adalah dashboard berbasis web yang menyatukan data kehadiran siswa dan guru, aktivitas, serta agenda sekolah dalam satu platform. Sistem ini mengelola data 1.326 siswa dalam 31 rombongan belajar.
“Untuk memperkuat rasa aman di sekolah, sistem ini dapat diintegrasikan dengan CCTV cerdas real-time yang memantau seluruh kelas dan titik strategis di lingkungan sekolah, salah satunya untuk mencegah praktik bullying sejak dini. Data dan visualisasi ditampilkan langsung pada layar TV sekolah melalui fitur monitor TV,” jelasnya.
Kemudian Acep S, juga menjelaskan bahwa sistem ini dirancang untuk memudahkan para guru untuk menggunakannya, hasilnya langsung tampil di dashboard, dan pemantauan kelas melalui CCTV cerdas, membantu sekolah bertindak cepat sebelum masalah membesar.
“Selain presentasi dan demonstrasi dashboard, peserta mengikuti kuis interaktif dan diskusi tanya jawab, serta pemaparan dosen Universitas Pamulang, Nilovar Asyiah, membahas Generative AI dan keamanan jaringan internet,” ungkapnya.
Kemudian Ketua PKM UNPAM Ahmad Musyafa, menegaskan komitmen kampus dalam mendukung transformasi digital pendidikan, bahwa kegiatan ini adalah wujud nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi.
“Kami ingin ilmu mahasiswa pascasarjana hadir sebagai solusi nyata bagi sekolah, termasuk menghadirkan lingkungan belajar yang aman dan bebas bullying serta dapat berlanjut setelah kegiatan selesai.” ujarnya.
Sementara itu Kepala UPTD SMPN 14 Tangsel, Syaiful menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Universitas Pamulang. Anak-anak harus merasa aman dan nyaman saat belajar, dan tidak boleh ada ruang bagi bullying.
“Dengan dashboard ini, kehadiran, kegiatan, dan kondisi lingkungan sekolah dapat dipantau cepat dan akurat. Kami berharap sistem ini dikelola dengan baik oleh guru maupun pengurus kesiswaan.” tutupnya.






