Pusdiklat Prawita Genppari Gelar Pelatihan Waspada Senjata Pemusnah Massal

oleh -4760 Dilihat
oleh
prawita genppari revolusinews

DEPOK, Revolusinews.comPusdiklat Prawita Genppari mengadakan pelatihan kewaspadaan terhadap senjata pemusnah massal sebagai upaya membantu pemerintah dalam mengedukasi masyarakat dengan kemungkinan adanya penggunaan senjata pemusnah masal (WMD) bilamana terjadi Perang Dunia III.

Kepada Media RNews yang diterima di Depok pada Minggu (16/10/2022), Ketua Umum Prawita Genppari, Dede Farhan Aulawi mengatakan, pelatihan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk membantu pemerintah dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat terkait dengan kemungkinan adanya penggunaan senjata pemusnah masal (WMD) bilamana terjadi Perang Dunia III, serta memberikan pengetahuan dan keterampilan dasar tentang hal-hal yang berhubungan dengan senjata nuklir, biologi dan kimia serta berbagai instrumen dan strategi untuk mengantisipasinya demi kemanusiaan dan keselamatan seluruh masyarakat Indonesia.

“Dalam pelatihan ini kami membahas tentang introduction to disarmament (Machinery), processes and the role of the united nations, nuclear weapons – An Introduction, chemical weapons – An Introduction, biological weapons-An Introduction, dan exit strategy to anticipate impact of WMD,” kata Dede.

Dede menerangkan, pelaksanaan pelatihan tersebut seiring dengan meningkatnya ketegangan dunia di beberapa wilayah, khususnya terkait dengan peperangan Rusia vs Ukraina, AS dan NATO maka timbul kekhawatiran terjadinya Perang Dunia III yang memungkinkan penggunaan senjata nuklir, biologi dan kimia (Nubika) atau dikenal dengan sebutan senjata pemusnah masal (Waepon of Mass Destruction / WMD) yang berpotensi membahayakan jutaan warga sipil, membahayakan lingkungan, dan menimbulkan bencana kemanusiaan yang dahsyat.

Sebenarnya, telah ada berbagai upaya dan inisiatif yang bertujuan untuk membatasi penyebaran atau sepenuhnya melarang senjata nuklir, kimia dan biologi. Sejumlah perjanjian multilateral, termasuk Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir (NPT), Konvensi Senjata Biologis (BWC) dan Konvensi Senjata Kimia (CWC) dirancang dan dibuat untuk mengaturnya dengan harapan dipatuhi oleh seluruh negara.

“Hal itu realitanya kita tidak bisa meyakini secara penuh akan tanggung jawab dan ketaatan para pemimpin dunia jika terjadinya peperangan dan mereka tidak menggunakan senjata pemusnah masal tersebut. Untuk itulah pelatihan ini menjadi sangat penting, setidaknya sebagai sarana sosialisasi dan tindakan antisipatif jika terjadi peperangan yang menggunakan senjata pemusnah masal dan tentu akan berdampak global,” papar Dede.

Pembahasan terkait dengan berbagai Bahan Kimia Industri Beracun, Bahan, dan Sumbernya. Kemudian perlu mendeskripsikan sifat Agen Hayati (biologi) dan peran tenaga kesehatan jika terjadi serangan biologis. Karakteristik beberapa bakteri, virus, dan racun juga dibahas karena dapat digunakan sebagai senjata biologis. Termasuk informasi mengenai cara menghindari dan mengisolasi agen biologis tersebut.

“Selanjutnya terkait dengan “Bahan Radiologis dan Senjata Nuklir”, istilah radiasi dan bahan radioaktif yang membahayakan jiwa, perangkat penyebaran radiologi, dan perangkat paparan radiasi serta kontaminasi dan penggunaan senjata nuklir sebagai WMD,” tutupnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.