Saat Cinta Bertepuk Sebelah Tangan

oleh -7 Dilihat
oleh
img 20260604 wa0026


Oleh : Dede Farhan Aulawi

Revolusinews.com – Ada luka yang tidak berdarah, tetapi mampu membuat hati terasa lebih perih daripada luka apa pun. Luka itu bernama cinta bertepuk sebelah tangan.

Aku pernah mencintai seseorang dengan seluruh ketulusan yang kumiliki. Setiap hari namanya hadir dalam doa, senyumnya menjadi alasan semangatku, dan kebahagiaannya selalu menjadi hal yang ingin kuperjuangkan. Namun, semakin besar rasa yang tumbuh di dalam dada, semakin jelas pula kenyataan bahwa aku berjalan sendirian dalam kisah yang kuanggap istimewa.

Aku mengingat setiap percakapan kecil yang bagiku terasa bermakna, sementara baginya mungkin hanya sekadar basa-basi. Aku menyimpan setiap perhatian yang ia berikan seperti harta yang tak ternilai, padahal mungkin ia memberikannya kepada semua orang tanpa perasaan yang sama. Aku berharap, menunggu, dan membayangkan, hingga akhirnya kenyataan datang menghancurkan semua angan.

Yang paling menyakitkan bukanlah ketika ia menolak cintaku. Yang paling menyakitkan adalah saat aku menyadari bahwa aku tidak pernah benar-benar ada di dalam hatinya. Aku hanya seorang penonton yang duduk diam menyaksikan dirinya mencintai orang lain.

Malam-malam menjadi lebih panjang. Air mata jatuh tanpa suara. Berkali-kali aku bertanya kepada diri sendiri, apa yang kurang dariku hingga tak mampu membuatnya melihat cinta yang selama ini kuberikan. Namun cinta tidak pernah tunduk pada logika. Hati tidak bisa dipaksa memilih siapa yang harus dicintainya.

Pada akhirnya aku belajar, mencintai seseorang tidak selalu berarti memilikinya. Kadang cinta hadir untuk mengajarkan keikhlasan, untuk menguatkan hati menerima kenyataan, dan untuk membuat kita memahami bahwa tidak semua harapan berakhir menjadi kenyataan.

Meski begitu, ada bagian kecil dalam diriku yang mungkin akan selalu mengenangnya. Bukan karena aku masih berharap, tetapi karena pernah ada masa ketika namanya menjadi alasan hatiku berdebar, meski akhirnya aku harus menangis sendirian dalam kisah cinta yang tak pernah benar-benar dimulai.