CILACAP, Revolusinews.com – Adanya isu teror pocong membawa senjata tajam dan menggedor-gedor pintu rumah meresahkan warga di Desa Sarwadadi, Kecamatan Kawunganten, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.
Info yang beredar, masyarakat dihimbau agar lebih waspada. Saat meteran listrik mati (anjlog) di malam hari untuk berhati-hati keluar rumah dan ronda malam agar lebih digalakan merupakan himbauan di tengah kepanikan teror pocong yang berkembang.
Saat dikonfirmasi Wartawan RevolusiNews.com (RNews) Biro Kabupaten Cilacap melalui pesan WhatsApp pada Kamis (4/6/2025), Kepala Desa Sarwadadi memberikan klarifikasi bahwa isu teror pocong tersebut hanya iseng anak-anak untuk menakut-nakuti warga.
“Terkait teror pocong di RT 01/RW 08, RT 02/RW 05, Desa Sarwadadi adalah iseng anak-anak di bawah umur 15 tahun,” kata Amin Muzaki, melalui pesan WhatsaApp, Kamis (4/6/2026).
Diungkapkan Amin, dengan menggunakan kain jarit mereka berdandan ala hantu pocong. Tujuan utama dari keisengan mereka murni untuk menakuti.
“Anak-anak tersebut bertujuan hanya menakuti warga. Dari aksi mereka kemudian di unggah di akun Facebook, dan group lain oleh temannya sehingga menimbulkan kegaduhan di kalangan masyarakat umum,” jelasnya.
Amin menambahkan, adanya hal ini pihak pemerintah desa bertindak cepat berkoordinasi dengan pihak kepolisian guna mencari kebenaran untuk menepis sumber kegaduhan.
“Setelah kami kumpulkan anak-anak, mereka mengakui sebagai pelaku teror pocong, namun semua yang dilakukan hanya iseng, menakuti warga, dan pada akhirnya mereka meminta maaf,” ungkap Amin Muzaki, Kepala Desa Sarwadadi.
“Harapan ke depan tidak ada lagi issu-issu yang menimbulkan kegaduhan, meresahkan, dan terkesan mengganggu keamanan, ketertiban, masyarakat (Kamtibmas),” tutupnya.






