Sejumlah Warga Babrinbo Keluhkan Tidak Masuk DPT Pilkades Serentak Biak Numfor

oleh -451 Dilihat
img 20251211 wa0008 11zon

BIAK NUMFOR, Revolusinews.com — Pelaksanaan pemilihan kepala kampung (Pilkades) serentak di Kabupaten Biak Numfor kembali mendapat sorotan. Di Kampung Babrinbo, Distrik Biak Kota, sejumlah warga mengeluhkan tidak menerima undangan memilih dan bahkan tidak menemukan nama mereka dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Keluhan ini muncul sejak pagi hari saat proses pencoblosan berlangsung. Warga yang sudah berdomisili di wilayah tersebut sejak sebelum Babrinbo menjadi kampung definitif mempertanyakan kinerja aparat kampung dan panitia pemilihan, karena nama mereka tidak tercantum dalam DPT.

“Ada warga yang tinggal sejak kampung ini belum diresmikan, tapi saat Pilkades justru nama mereka tidak ada di daftar. Sementara orang yang sudah meninggal malah masih terdaftar di DPT,” ujar salah satu warga dengan nada kecewa.

Selain persoalan pencoretan dan pencantuman nama, warga juga menyoroti mekanisme pemanggilan pemilih yang dianggap tidak transparan. Panitia pemilihan disebut hanya memanggil nomor urut dalam DPT tanpa menyebutkan nama lengkap sesuai KTP.

“Pemanggilan hanya nomor urut, bukan nama. Jadi sulit memastikan apakah yang dipanggil benar-benar warga setempat atau bukan,” kata seorang pemilih yang hadir di TPS.

Kondisi ini menyebabkan banyak warga tidak dapat menyalurkan hak pilih mereka. Hingga akhir proses pencoblosan, puluhan warga dilaporkan pulang dengan rasa kecewa karena tidak dilayani.

Panitia Pilkades Babrinbo menegaskan bahwa mereka hanya dapat melayani pemilih yang namanya tercantum dalam DPT, sebagaimana aturan yang berlaku. Namun warga berharap ada evaluasi serius dari pemerintah kampung dan panitia penyelenggara agar kejadian serupa tidak terulang pada pemilihan berikutnya.

Pilkades serentak di Biak Numfor sendiri diharapkan menjadi momentum penguatan demokrasi di tingkat kampung. Namun keluhan yang muncul di Babrinbo menunjukkan masih adanya persoalan pendataan pemilih yang perlu dibenahi.

No More Posts Available.

No more pages to load.