Selama Dua Pekan SPPG Sukaratu Cikeusal  Tidak Menyalurkan MBG

oleh -149 Dilihat
oleh
img 20251223 wa0002

SERANG, Revolusinews.com – Ramai diperbincangkan terkait porsi Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak sesuai yang disalurkan oleh Dapur MBG Sukaratu kini di tambah lagi dengan tidak menyalurkan selama sepekan terhitung dari hari senin tanggal 15 Desember lalu hingga sampai saat ini dengan tanpa disosialisasikan terhadap penerima manfaat.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto untuk memenuhi gizi anak sekolah, ibu hamil, dan balita di Indonesia, dengan menyediakan makanan sehat dan bergizi seimbang, membuka lapangan kerja, serta mengedepankan kebersihan dan standar operasional ketat yang melibatkan ahli gizi dan pelaku UMKM lokal untuk mendukung kesehatan generasi muda.

Fakta di lapangan program tersebut sangat berbanding terbalik dengan apa yang di harapkan, dan menu yang di sajikan oleh pengelola sangat jauh dari kata sebang, untuk penuhan gizi, peran Badan Gizi Nasional (BGN)dalam hal ini dipertanyakan khalayak publik.

Peran penting BGN dalam hal ini sangat krusial dalam hal pengawasan menu dan untuk keamanan serta kualitas gizi makanan yang akan di berikan kepada penerima manfaat.

img 20251223 wa0003

Hal tersebut di keluhkan oleh para orang tua murid yang menurut mereka sangat tidak sesuai baik menu yang di berikan, dan besaran anggaran yang menurut mereka tidak sesuai dengan pagu anggaran yang di tetapkan oleh pemerintah.

“Asal aja pak, kita cuma di kasih roti warung yang harga 2000,kacang mede sebungkus kecil, susu kotak kecil, dan buah klengkeng empat biji, dan kalau kita, hitung besaran biaya nya paling cuma 6000 sementara yang saya tau besaran anggaran dari pemerintah sebesar 15.000, ini kan jauh sekali, di tambah lagi dari tanggal 15 kemarin kami tidak mendapatkan MBG, kami juga bingung kenapa, sementara sekolah sekolah yang lain tetap mendapatkan meski liburan, ” ujar salah satu wali murid yang enggan di sebutkan identitasnya.

Terpisah Kepala Sekolah SMPN 1 Cikeusal Adang Sutarman saat di konfirmasi melalui via whatsapp soal tidak disaluran kannya MBG dirinya membenarkan bahwa sudah hampir dua pekan tidak menerima MBG dari SPPG Sukaratu dan menurutnya hal itu audah di sampaikan oleh pihak SPPG sebelumnya.

“Dari SPPG memang sudah di informasikan pak perihal MBG,siswa kami memang sudah mulai libur di tgl 22 Desember dan masuk kembali tgl 5 januari, kita ikuti sesuai surat pemberitahuan diatas,”singkatnya.

Adam selaku Ketua Forum Aktivis Cikeusal menyangkan adanya dugaan  penyaluran MBG yang terhenti dari tanggal 15 Desember tersebut.

“Sangat disayangkan kenapa penyaluran menu  MBG tersebut dihentikan, ko bisa berhenti, ” kami masyarakat Cikeusal meminta kepada kepala SPPG yang ada Di Desa Sukaratu untuk mengklarifikasi secara terbuka adanya pemberhentian penyaluran MBG, ” ujar Adam.

“Kami juga mendesak kepada Pengawas BGN tingkat pusat untuk segera lakukan peninjauan dan evaluasi terkait berhenti nya penyaluran MBG, dan adanya dugaan tidak kesesuaian harga pemerintah yang di sajikan kepada penerima program MBG,” tutupnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.