SUKABUMI. Revolusinews.com – Program Indonesia Pintar yang sejatinya untuk bantuan finansial bagi keluarga yang tidak mampu agar tetap bisa bersekolah, memastikan anak-anak usia sekolah yang tidak mampu mendapatkan pendidikan yang layak hingga tingkat menengah.
Namun berbeda halnya dengan sekolah SMK Dwi Darma yang beralamat Jalan Pakuwon Sundawenang, Kec. Parungkuda, Kabupaten Sukabumi. Ada dugaan penyelewengan dana PIP
Hal tersebut terungkap kekecewaan oleh salah seorang wali murid yang tidak ingin disebutkan namanya. Ia mengatakan anaknya selalu menerima bantuan PIP sejak SD hingga SMP tanpa kendala. Namun, situasinya berubah sejak anaknya masuk ke SMK tersebut.
“Sekarang, anak saya masih mendapatkan bantuan PIP namun tidak menerima sepeserpun karena si anak hanya mencairkan uangnya saja di Bank.
Setelah dana dicairkan oleh siswa, semua uangnya langsung diambil oleh pihak sekolah. Bahkan, buku tabungan dan ATM pelajar pun ditahan pihak sekolah,” ujarnya dengan wajah kecewa.
Ditempat Terpisah, awak media Rnews mencoba mengkonfirmasi. Yang mana salah seorang bagian administrasi Tata Usaha bernama Eli saat ditemui di sekolah mengatakan, untuk pencairan PIP siswa yang mengambil ke bank didampingi guru dan setelah cair uangnya diberikan ke pihak sekolah,” ungkapnya. Rabu, (2/7/2025)
“Jadi jika ada anak yang nunggak biaya SPP bisa di potong dari uang itu dan nanti kalau siswa ada keperluan lain baru minta ke pihak sekolah selebihnya tetap untuk bayar SPP,” Kata Eli menambahkan
Ini sudah aturan sekolah dan tidak ada kesepakatan antara siswa dan pihak sekolah, kalau tidak seperti itu selama ini pembayaran SPP tidak di bayar tiap bulan jadi diabaikan dan jadi menumpuk, dibayarnya dari situ (PIP-red),” ungkapnya












