SERANG, Revolusinews.com – Di sebuah ruang kelas di SMA Negeri 5 Kota Serang, puluhan siswa tampak asyik menatap layar ponsel mereka. Namun kali ini bukan sekadar berselancar di media sosial. Mereka tengah belajar membuat foto produk, merancang konten promosi, hingga menyusun strategi pemasaran digital. Dunia usaha yang dulu terasa jauh, kini hadir tepat di hadapan mereka melalui sebuah program sosialisasi digital marketing yang digagas Mahasiswa Universitas Pamulang (Unpam) Kampus Serang.
Program ini menjadi penting ketika banyak siswa mengaku akrab dengan media sosial, tetapi belum memahami bagaimana memanfaatkannya untuk kegiatan produktif. “Biasanya cuma upload foto biasa. Ternyata bikin konten itu ada strateginya,” ujar salah satu peserta, matanya berbinar setelah berhasil membuat video promosi pertamanya.

Menghadapi Tantangan Baru: Berwirausaha di Era Digital
Perubahan teknologi yang begitu cepat memaksa generasi muda untuk menguasai keterampilan yang dulu tak pernah terpikirkan masuk dalam kurikulum sekolah. Digital marketing adalah salah satunya. Jika dulu berjualan berarti membuka lapak atau menitipkan barang, kini satu unggahan Instagram atau TikTok bisa menjaring ratusan mata.
Mahasiswa Unpam Kampus Serang Shalsha Bella Febrianti, Anfal Ardiansyah, dan Ahmad Fauzan Rifaldi melihat peluang itu. Mereka membawa materi digital marketing ke lingkungan sekolah, memadukannya dengan praktik langsung yang mudah dipahami.
“Anak-anak ini kreatif, hanya butuh sedikit arahan. Setelah diberi contoh teknik pencahayaan dan angle foto, hasil konten mereka langsung meningkat drastis,” kata dosen-dosen pembimbing program tersebut.

Dari Teori ke Praktik: Siswa Belajar Menjadi Kreator Konten
Pelatihan ini bukan sekadar ceramah. Para siswa diminta membawa produk kewirausahaan yang mereka buat mulai dari makanan ringan hingga kerajinan tangan untuk kemudian dijadikan objek konten digital. Di sinilah proses pembelajaran menjadi hidup.
Mereka memotret produk dengan teknik sederhana, mengeditnya menggunakan aplikasi seperti Canva atau CapCut, dan menuliskan caption dengan gaya bahasa promosi. Beberapa kelompok bahkan mencoba membuat video pendek ala TikTok, memadukan musik populer dengan visual menarik. Hasilnya? Konten mereka tak kalah dari UMKM sesungguhnya.
“Saya baru tahu kalau pemilihan warna, font, dan gaya foto itu penting buat branding,” kata seorang siswi yang tampak antusias mengecek hasil editannya.

Membangun Kepercayaan Diri dan Pola Pikir Baru
Salah satu dampak paling terasa dari program ini adalah meningkatnya kepercayaan diri siswa. Banyak dari mereka awalnya malu mengunggah produk ke akun pribadi. Setelah mendapatkan pendampingan, keberanian itu tumbuh pelan-pelan.
Beberapa siswa mulai mengatur jadwal posting mingguan. Ada pula yang menganalisis insight akun mereka untuk melihat jam unggah terbaik. “Ternyata gampang kok. Asal konsisten,” ujar seorang siswa sambil menunjukkan statistik unggahannya yang meningkat.
Perubahan ini mencerminkan kemampuan baru yang tumbuh dari pengalaman langsung bukan sekadar membaca teori. Mereka mulai melihat bahwa pemasaran bukan lagi hal rumit, tapi keterampilan yang dapat dipelajari dan dikuasai.
Lebih dari Sekadar Pelatihan
Program digital marketing ini telah membuka ruang baru bagi siswa untuk mengembangkan potensi kewirausahaan mereka. Bagi pihak sekolah, kegiatan seperti ini adalah langkah penting agar pendidikan tetap relevan dengan kebutuhan zaman.
Di tengah derasnya informasi dan penetrasi teknologi, siswa tak cukup hanya menjadi konsumen digital. Mereka perlu menjadi kreator, inovator, bahkan pelaku usaha masa depan.
SMA Negeri 5 Kota Serang telah memulai langkah itu membekali siswa dengan keterampilan nyata yang bisa mereka gunakan kelak. Dan dari antusiasme yang tampak hari itu, jelas terlihat bahwa para siswa siap melangkah ke dunia digital dengan percaya diri.









