SERANG,Revolusinews.com — Gerakan Mahasiswa Lawan Korupsi (GERMALA-K) Kabupaten Lebak melakukan audiensi dengan Balai Pelaksanaan Pemilihan Jasa Konstruksi (BP2JK) Wilayah Banten, menyikapi polemik yang tengah berkembang terkait dugaan penyimpangan dalam proses lelang proyek Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Banten pada Kamis (10/72025).
Ketua Bidang Kajian dan Advokasi GERMALA-K, Revani, menjelaskan kepada wartawan bahwa audiensi ini merupakan respons atas pernyataan mantan Ketua KADIN Banten yang mengungkap adanya dugaan permintaan setoran sebesar 7–8% dari nilai kontrak oleh oknum di lingkungan BPJN Banten kepada para kontraktor yang ingin mendapatkan paket pekerjaan.
“Dalam klarifikasi yang disampaikan Kepala BPJN Banten melalui salah satu media online, disebutkan bahwa proses lelang proyek tidak dilakukan oleh pihaknya. Namun kami meyakini, yang dimaksud adalah BP2JK Wilayah Banten, sebab BP2JK-lah yang bertugas melaksanakan proses lelang tender untuk proyek-proyek BPJN Banten,” ujar Revani.
Ia menambahkan bahwa jika dicermati lebih mendalam, proses lelang proyek BPJN Banten masih jauh dari iklim persaingan usaha yang sehat. Bahkan, GERMALA-K menemukan indikasi adanya praktik suap yang mengarah pada pengaturan pemenang tender.
“Ini sangat memengaruhi kualitas pembangunan. Jika proyek dimenangkan bukan karena kompetensi, melainkan karena praktik suap, maka performa pekerjaan sangat mungkin tidak maksimal,” tegasnya.
Sebagai bentuk langkah konkret, GERMALA-K akan segera mendorong Aparat Penegak Hukum (APH) untuk menindaklanjuti dugaan praktik yang merugikan keuangan negara ini. Budaya setor komisi dalam tender proyek, menurut Revani, harus dihentikan agar pelaksanaan proyek infrastruktur dapat berjalan secara transparan dan akuntabel.
“Sebagai langkah antisipatif terhadap terus mengguritanya praktik kecurangan dalam setiap pelaksanaan tender, serta dugaan budaya setor komisi proyek di BPJN Banten, kami akan segera melaporkan BPJN Banten dan BP2JK Wilayah Banten ke Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI),” pungkasnya.(Red)






