Tim SAR Gabungan Evakuasi Anak yang Tenggelam Dua Hari di Kali Comal Pemalang

oleh -519 Dilihat
oleh
img 20230913 wa0025

PEMALANG, Revolusinews.com – Tim Search and Rescue (SAR) atau Regu Pencarian dan Pertolongan gabungan dari berbagai unsur di Kabupaten Pemalang berhasil menemukan dan mengevakuasi seorang anak yang tenggelam selama dua hari di Kali Comal Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah pada Selasa (12/9/2023) petang sekira pukul 15.38 WIB.

“Korban yang tenggelam sejak 1 Senin (11/9/2023) berhasil ditemukan hari ini atas nama Akhmad Salamudin (9 tahun) dalam keadaan meninggal,” ujar Aipda Yoffie Dwi lukyanto, Kanit Reskrim Polsek Ampelgading, Polres Pemalang, Polda Jateng, pada Selasa (12/9/2023).

Yoffie menerangkan, bahwa korban selanjutnya dievakuasi ke Puskesmas Ampelgading Desa Losari guna keperluan lebih lanjut, dan oleh dinas kesehatan dinyatakan tidak ada temuan bekas apapun. Kemudian Jazad diserahkan kepada keluarga usai dibuat surat pernyataan dan ditandatangani Nurjanah ibu kandung korban yang disaksikan beberapa lembaga terkait, bahwa tidak akan menutun kepada siapapun serta menerimah Jenazah dengan ihklas.

“Akhirnya bocah bernama Ahmad (9) warga RT 04/07 Desa Ujunggede, Kecamatan Ampelgading, Pemalang, Jawa Tengah yang sebelumnya dikabarkan hilang ditemukan Selasa petang tepat pukul 15:38 WIB dalam keadaan meninggal oleh tim SAR gabungan Pemalang,” terangnya.

Menurut Rohkman (38) warga sekitar, korban tenggelam bernama Ahmad Salamudin (9) masih duduk dibangku kelas 3 Sekolah Dasar (SD), pada hari Senin malam tanggal 11 September 2023 telah diisukan hilang, “Namun esok harinya setelah diketahui korban tenggelam pada saat mandi di Kali Comal, hari Selasa (12/9/2023) kemudian dilaporkan keluarganya di Kepolisian Polsek Ampelgading, Polres Pemalang Polda Jateng.

Hal yang sama disampaikan Diah (50), tetangga keluarga korban yang berjualan warung makan didekat TKP jembatan Ujunggede, menuturkan bahwa korban tinggal di RT 04/07 bernama Akhmad (9) anak dari ibu Nurjanah, kalau bapak kandungnya sudah tidak ada.

“Ya pak, awalnya pada hari Senin tanggal 11 September 2023, sekitar pukul 14:00 WIB, korban pamit minta uang kepada ibunya kurang lebih Rp15.000-‘ katanya untuk bermain sewa sepeda listrik bersama temanya, Nah, di waktu berikutnya korban mengajak kedua temannya mandi bareng di sungai, tapi keduanya menolak karena akan ngaji di TPQ petang itu, kemudian korban (Ahmad) ditinggal pulang oleh kedua temannya, korban masih di tepi sungai itu,” ungkapnya kepada Revolusinews, pada Senin (12/9) sekira pukul 15:00 WIB.

“Sepulang dari ngaji kedua teman itu kembali datangi tepi Kali Comal berusaha tengok (Akhmad) korban namun sudah tidak ada, yang ditemukan hanya sebuah Celana dan Sandal milik korban. Kemudian mereka kembali pulang ke rumah masing-masing dan tidak berani cerita kepada siapapun mungkin karena takut kepada orang tuannya sendiri. Akan tetapi pada hari Senin (12/9) saat anak-anak itu sekolah didatangi bapak Polisi di Sekolahnya tadi siang dengan tujuan minta bantuan, akhirnya mau menceritakan kronologi kejadian yang senenarnya,” imbuh Diah.

Dari keterangan Kapolsek Ampelgading, AKP Rusmanto, SH, MH. yang didampingi Kanit Reskrim Aipda Yoffie Dwi lukyanto, pihaknya membenarkan peristiwa tersebut, mengatakan mendapat laporan dari warga Desa Ujunggede.

“Setelah mendapatkan laporan kami pun langsung berkoordinasi TNI Koramil 02/Ampelgading, relawan PMI, tim SAR gabungan Pemalang selanjutnya lakukn cek lokasi bersama 3 anggota Reskrim dan 2 anggota Intelkam serta 7 anggota jaga lakukan cek lokasi Tempat kejadian Perkara TKP di Kali Comal wilayah Hukum Ampelgading,” paparnya.

Kepada Media Revolusinews.com, Rusmanto menyampaikan atas laporan anak tenggelam yang menurutnya terjadi sejak kemari Senin tanggal 11 September 2023.

*Kronologinya bermula korban berniat mandi di Sungai Comal mengajak kedua teman lainnya. Namun ajaknya ditolak dan temannya memilih berangkat ngaji di TPQ, akan tetapi sepulang dari ngaji kedua teman ini rupanya tidak tega lalu menghampiri korban yang dianggapnya masih berada di lokasi ditepi sungai Comal, namun yang didapat hanya Celana dan Sandal milik Korban,” tutupnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.