CILACAP, Revolusinews.com – Guna memastikan kekompakan warga, Suheri anggota DPRD Kabupaten Cilacap meninjau pelaksanaan kerja bakti pembangunan unthulwuk di Dusun Klepusari, Desa Bulaksari, Kecamatan Bantarsari, Kabupaten Cilacap, Minggu (27/10/2024).
Kegiatan dihadiri Suheri anggota DPRD Kabupaten Cilacap Fraksi Partai Gerindra, turut hadir pada kesempatan Ketua PAC Kecamatan Bantarsari Darto, Kades Bulaksari Sutarto, Kadus Dusun Klepusari Asibin, Kadus Jakatawa Samino, Kasi Kesra Ruswanto, Mantan Kades Bulaksari Suwarno, Anggota BPD Desa Bulaksari Khamami, Tokmas Dusun Klepusari, Tokmas Dusun Jakatawa, dan warga masyarakat dari dua Dusun.
Dalam peninjauannya, Suheri berinteraksi, dan melihat langsung kegiatan yang dilakukan oleh warga. Rehab unthuluwuk merupakan cara agar sarana tersebut dapat memecahkan persoalan yang selama ini dirasakan warga puluhan tahun. Pemicunya ketika hujan, air meluap dari saluran pembuangan akibatnya, rumah terendam hingga sedalam 1 meter.
Hal itu disampaikan Rasimin ketua RW 08 Dusun Klepusari, bahwa sejak ada irigasi, ketika hujan terjadi banjir, hal itu dikarenakan Siphon atau bangunan bawah irigasi guna pembuangan tak memadai. Diakui, bahwa sebelum adanya irigasi petani hanya menikmati panen 1 kali, namun setelah ada, petani merasakan hasil panen 2 kali tiap tahun.
Lebih lanjut dikatakan, bahwa terkait kendala perlu adanya penanganan hingga permasalahan tersebut dapat terjawab dengan tuntas. Diharapkan dengan direhabnya unthuluwuk mengatasi problem warga yang selama ini menjadi korban.
“Alhamdulilah, dan hari ini warga kompak kerja bakti untuk merehab unthuluwuk yang selama ini jadi kendala,” ucap Rasimin Ketua RW 08.
“Warga kerap mengeluh ketika hujan terjadi banjir. Umpamanya durasi hujan 1 jam, dipastikan rumah warga terendam banjir. Air masuk ke dalam rumah hingga ketinggian 90 cm sampai 1 meter,” jelasnya.
Warga terdampak meliputi dua RT, yakni RT 03 dan RT 04, RW 08, terparah ketika banjir datang ada di RT 04, RW 08. Menurut Rasimin langganan banjir sudah berlangsung puluhan tahun. “Keluhan warga dirasakan puluhan tahun, sejak tahun 1985, mungkin ada 40 tahun,” imbuhnya.
“Terimakasih, atas bantuan Bapak Suheri anggota DPRD Kabupaten Cilacap, yang mana telah mewujudkan keinginan warga yang selama ini dinantikan yaitu rehabilitasi pekerjaan unthuluwuk,” ujar Rasimin.
“Unthuluwuk ini dikerjakan dengan cara swadaya, Alhamdulilah kami dapat bantuan Rp 15 juta, dan dana itu murni pribadi dari beliau Bapak Suheri. Dana tersebut kami belanjakan berupa bentuk wujud matrial, untuk tenaga kami kerjakan dengan cara gotong-royong. Sebelum direhab gorong-gorong hanya berdiameter 80 cm, tapi kali ini menjadi 107 cm x 140 cm,” terangnya.
Harapan ke depan tidak terjadi banjir lagi, setidaknya bisa mengurangi. Karena rehab ini memperlebar pembuangan, sehingga ketika musim hujan, air lancar mengalir melalui bangunan ini,” tandas Rasimin.
Pada kesempatan itu Suheri menyampaikan, bahwa agenda dalam rangka melihat kekompakan warga dalam kegiatan kerja bakti.
“Agenda hari ini adalah melihat kerja bakti pengecoran berupa rehabilitasi unthuluwuk, di Dusun Klepusari. Saya apresiasi warga begitu kompak, guyub rukun, luar bisa,” kata Suheri.
“Sudah jadi komitmen, dan sebagai wakil rakyat saya sudah berjanji, bahwa saya akan merehab unthuluwuk yang hari ini terbukti dalam tahap pengerjaan,” tuturnya.
“Informasi yang saya dapat unthuluwuk lama berdiameter kecil sehingga ketika hujan terjadi banjir. Mirisnya keluhan itu dirasakan warga selama 40 tahun,” sambungnya.
Disinggung kewenangan sarana tersebut mestinya tanggung jawab balai besar (BBWS), Heri berujar, bahwa penanganan masalah lebih krucial guna mendapat titik temu cari solusi jalan keluar.
“Sebagai wakil rakyat saya berprinsip, kami hadir di tengah masyarakat untuk memberi solusi terhadap kesulitan yang dihadapi oleh mereka. Apalagi problem ini sudah terjadi puluhan tahun. Hati kami terenyuh, terpanggil, sehingga bagaimana cara menyatukan, mengkoordinir kekuatan masyarakat yang ada,” papar Suheri.
“Melalui kekompakan hari ini pelaksanaan pekerjaan dilakukan dengan cara swadaya, saya menyediakan bahan matrial, sementara warga kerja bakti dengan sistem gotong-royong. Antusias warga luar biasa, pada prinsipnya dari rakyat untuk rakyat,” ujarnya.
Terkait capaian hasil kegiatan di wilayah Bantarsari Heri mengungkap, bahwa semua terealisasi sesuai progres yang diharapkan.
“Salah satu kegiatan di wilayah Kecamatan Bantarsari yakni pembangunan cor jalan sumber dana Bankeu dari Kabupaten, untuk dua ruas jalan perbatasan antara Dusun Klepusari, Jakatawa. Kemudian kami juga meminta program pemerintah pusat dari beliau Ibu Novita Wijayanti berupa program P3-TGAI untuk jaringan irigasi. Sanitasi desa MCK senilai Rp 350 juta, sebentar lagi dilaksanakan, itu juga aspirasi dari Bu Novi, yang diperuntukan bagi 28 KPM,” ungkap Suheri.
“Insya Allah, dan harapan itu menjadi impian warga selama ini, mohon doanya sebentar lagi akan dilakukan Groundbreaking atau peletakan batu pertama pembangunan jembatan gantung yang menghubungkan Desa Bulaksari dan Desa Kamulyan. Kami melihat kekompakan, keguyuban dari mulai Kepala Desa sampai masyarakat, sehingga Desa Bulaksari itu prioritas,” tandasnya.
Himbauanya sesuai slogan kami “Asal Guyub Yakin Bisa” artinya ketika kita kompak, guyub, kita yakin banyak hal yang diperjuangkan dapat dilakukan seperti apa yang hari ini dikerjakan. Ini sebuah hasil kompak, guyub yang mana persoalan selama 40 tahun pun bisa terselesaikan,” tutupnya.






