Tragedi Kanjuruhan Dikeluh Kosim: Arema vs Persebaya dari Dulu Selalu Ribut

oleh -4870 Dilihat
oleh
tragedi kanjuruhan revolusinews

MALANG, Revolusinews.comAdanya tragedi Kanjuruhan yang menewaskan ratusan orang supporter, seorang warga Kabupaten Malang, Kosim mengeluhkan keributan antar supporter dalam pertandingan sepak bola Arema vs Persebaya yang tak kunjung dievaluasi oleh pihak terkait agar kedua klub tersebut berdamai.

“Ini dari waktu saya kecil bila pertandingan antara Arema vs Persebaya selalu ribut. Sampai saya juga pernah jadi korban, saya cuma lewat mobil yang saya pakai dilemparin batu,” kata Kosim kepada wartawan pada Minggu (2/10/2022).

“Kenapa kampung saya jadi begini?,” imbuh Kosim mengeluhkan kejadian keributan antar supporter kedua klub tersebut seraya berharap kepada pihak terkait agar meredam perselisihan kedua klub tersebut.

Karena ini musibah yang tidak pernah disangka, dari hati yang paling dalam dia mengucapakan duka cita dan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya bagi keluarga korban.

Kosim berharap, kepada pihak terkait untuk memediasi kedua klub tersebut agar tidak terjadi lagi kerusuhan setiap pertandingan sepak bola yang berdampak terhadap supporter seperti yang terjadi di Stadion Kanjuruhan hingga memakan korban 130 orang meninggal dunia, sedangkan ratusan orang dirawat.

“Saya berharap yang terbaik bagi semuanya, baik itu klub, supporter, maupun penyelenggara pertandingan. Saya sebagai warga masyarakat sangat sedih ketika Arema vs Persebaya bertanding yang tak lepas dari keributan. Mirisnya lagi pertandingan di Kanjuruhan Sabtu kemarin yang menelan ratusan korban meninggal dunia, ratusan korban dirawat hingga menjadi sorotan dunia,” tutup Kosim penuh harap agar kedua klub tersebut berdamai.

tragedi kanjuruhan revolusinews (1)

Kronologis peristiwa di Stadion Kanjuruhan dari pengamatan dan informasi yang diterima awak media, ketika wasit meniup peluit panjang tanda pertandingan berakhir suasana masih tergolong kondusif. Kemudian, para pemain Persebaya Surabaya langsung berlari ke dalam ruang ganti.

Sementara itu, para pemain Arema FC berjalan ke tengah lapangan seperti yang biasa mereka lakukan dengan maksud memberikan penghormatan kepada Aremania yang telah memberikan dukungan penuh di Stadion Kanjuruhan meski pada akhirnya Singo Edan harus kalah.

tragedi kanjuruhan revolusinews (1)

Namun, situasi kemudian mulai sulit untuk dikendalikan. Personel keamanan pun melakukan tindakan dengan mengamankan para pemain Arema FC untuk masuk ke ruang ganti stadion.

Hal itu menjadi prioritas karena mulai ada lemparan botol kemasan air mineral. Namun langkah tersebut justru menimbulkan insiden yang lebih besar. Banyak Aremania yang menjadi korban.

Setelah itu, para petugas kemanan berupaya menghalau Aremania agar tidak makin banyak yang turun ke lapangan. Sayangnya, petugas kepolisian, TNI, dan steward yang ada kalah jumlah dari para suporter yang turun ke lapangan. Tak sanggup mengendalikan keadaan, informasinya tembakan gas air mata pun jadi opsi yang diambil.

Dari insiden tersebut, banyak korban yang jatuh karena terinjak oleh suporter lain yang panik dalam situasi tersebut. Ada pula yang jatuh karena sesak napas akibat gas air mata. Minimnya ketersediaan air buat membasuh muka memperparah keadaan.

Dari pantauan awak media, hampir di setiap jengkal ruangan pintu keluar Stadion Kanjuruhan ada Aremania yang tergeletak. Beberapa di antaranya sudah tidak bernapas lagi.

Sampai pukul 23.40, beberapa korban masih tergeletak di pinggir lapangan dan pintu keluar. Begitu banyak korban membuat tenaga medis yang ada tak bisa mengatasi semuanya, akhirnya beberapa korban tak tertangani. Selain itu, ada dua mobil kepolisian yang rusak dan terbalik di area Stadion Kanjuruhan.

No More Posts Available.

No more pages to load.