Upacara Hari Santri Nasional 2025 di Petarukan Berlangsung Khidmat

oleh -306 Dilihat
inshot 20251022 092022370 11zon
Camat Petarukan Drs. Syamsul Dewantara, M.Si., selaku Inspektur Upacara (Irup), memimpin upacara Hari Santri Nasional 2025 di Lapangan Pancadarma, Desa Kendaldoyong, Kecamatan Petarukan, berjalan lancar. Rabu (23/10/2025). Dok. Rae Kusnanto.

PEMALANG, Revolusinews.com – Peringatan Hari Santri Nasional 2025 di Kecamatan Petarukan digelar dengan khidmat di Lapangan Pancadarma, Desa Kendaldoyong, Rabu (22/10/2025). Upacara berlangsung sejak pukul 08.00 WIB hingga selesai, diikuti ribuan peserta dari berbagai kalangan.

Upacara dipimpin langsung oleh Camat Petarukan Drs. Syamsul Dewantara yang bertindak sebagai Inspektur Upacara. Sedangkan Komandan Upacara dipercayakan kepada Waliyo. Jalannya upacara berlangsung tertib dan penuh semangat kebangsaan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Muspika Kecamatan Petarukan, di antaranya Kapolsek Petarukan Umroni, Danramil Petarukan, serta seluruh kepala desa dan lurah se-Kecamatan Petarukan. Hadir pula Kepala Desa Kendaldoyong Badrun, dan Anggota DPRD Kabupaten Pemalang Rizaldi Rais Handayani dari Fraksi PKB Dapil 3.

Selain unsur pemerintahan, upacara juga diikuti oleh para santri dari seluruh pondok pesantren di wilayah Petarukan, jajaran ASN Kecamatan, dewan guru, serta perwakilan MWC NU, Fatayat, dan Muslimat NU. Tidak ketinggalan, pelajar tingkat SLP hingga SLTA ikut ambil bagian dalam peringatan tersebut.

Pantauan di lapangan menunjukkan suasana khidmat dan antusiasme tinggi. Ribuan peserta memenuhi area upacara, mulai dari ASN, guru, kepala sekolah, hingga para santri. Lapangan Desa Kendaldoyong tampak dipenuhi warna-warni atribut santri yang menambah semarak peringatan hari bersejarah tersebut.

inshot 20251022 091901524 11zon

Dalam wawancaranya usai memimpin upacara, Camat Petarukan Drs. Syamsul Dewantara, M.Si. menyampaikan bahwa peringatan Hari Santri tahun ini sejalan dengan amanat Menteri Agama yang menekankan peran santri di era modern. “Santri masa kini bukan hanya santri tradisional, tetapi santri yang adaptif terhadap inovasi dan perkembangan zaman, namun tetap menjaga integritas serta akhlak mulia,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Camat Syamsul Dewantara berharap seluruh elemen masyarakat, tokoh agama, serta khususnya para pengasuh dan santri pondok pesantren di wilayah Petarukan dapat terus mendukung berbagai program pemerintah, baik di tingkat daerah maupun pusat. “Seperti amanat Menteri Agama yang kami bacakan, peran santri dan pesantren sangat penting dalam memperkuat nilai keagamaan, kebangsaan, dan pembangunan masyarakat,” pungkasnya.

Dalam rangkaian upacara, salah satu momen penting adalah pembacaan Ikrar Santri. Pembacaan ikrar tersebut mengingatkan kembali pada Resolusi Jihad yang dicetuskan oleh Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945. Resolusi itu menjadi tonggak semangat perjuangan santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Peringatan Hari Santri Nasional tahun ini di Petarukan menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan pengabdian santri terhadap negeri. Melalui semangat jihad santri, diharapkan generasi muda terus berkontribusi dalam menjaga keutuhan dan kemajuan bangsa.