Warga 4 Desa di Kecamatan Panggarangan dan Bayah Meminta Pemprov Banten Secepatnya Bangun Jalan Cikumpay-Ciaparay

oleh -572 Dilihat
img 20231115 wa0156 11zon

LEBAK,Revolusinews.com – Kerusakan sangat parah jalan Cikumpay-Ciparay yang melintasi 4 desa di 2 Kecamatan Panggarangan dan Bayah, yaitu Desa Panggarangan, Desa Mekarjaya, Desa Cisuren dan Desa Jatake, yang awalnya jalan Pemkab Lebak sekarang sudah beralih menjadi jalan Provinsi Banten di pinta warga secepatnya dibangun.

Yang mana jalan tersebut adalah jalan alternatif yang bisa menghubungkan antara Kecamatan Panggarangan ke Wilayah Kecamatan Cibeber dan bisa tembus ke Bogor. Dan ini mendapat tanggapan dari beberapa Kepala Desa dan warga, karena belum juga di bangun oleh Pemprov Banten. Dimana, rencananya pemerintah Provinsi Banten akan menganggarkan pembangunannya di tahun 2024 sepanjang 24.9 KM dan ini di sambut baik, semua pihak.

Sudirman Kepala Desa Mekarjaya kepada awak media saat ditemui di kantor desanya, Rabu (15/11/2023) mengatakan, sangat berharap kebenaran untuk penganggaran jalan Cikumpay-Ciparay yang berada di Kecamatan Panggarangan dan Kecamatan Bayah tidak lagi di repokusing dan tidak di tunda lagi pembangunannya.

“Kami mewakili masyarakat Desa Mekarjaya dan desa lainnya yang berada di Kecamatan Panggarangan berharap PJ Gubernur Banten bisa memaksimalkan anggaran pembangunan jalan Cikumpay-Ciparay,” ucapnya.

Lanjut Sudirman. Selama ini masyarakat di 4 (empat) desa sangat mengeluhkan kondisi jalan tersebut bahkan untuk mengantar orang yang mau lahiran saja kami sangat kesulitan, sehingga beberapa kali kejadian di tandunya ibu hamil yang mau melahirkan ke Puskesmas. Mendengar bahwa tahun 2024 akan di bangun oleh Pemprov Banten warga sangat senang, tapi warga juga mengatakan pada kami kalau di tahun 2024 tidak di bangun kemungkinan besar warga di wilayah tersebut Golput, ga milih baik untuk Pilkada maupun Pilpres, katanya.

Jadi kami memohon kepada Pemprov Banten agar secepatnya merealisasikan pembanguan jalan Cikumpay-Ciparay, pasalnya, yang kesulitan dengan rusaknya jalan ini bukan cuma soal ibu yang mau melahirkan saja, tapi warga dan kita juga sangat sulit ketika menggunakan jalan tersebut, pungkas Sudirman.

Hal senada disampaikan Jaro Cisuren Muhi, kami warga masyarakat Desa Cisuren juga sama merasakan kesulitan bahwa orang sakit atau mau melahirkan bahkan kegiatan pembangunan yang bersumber dari Kabupaten maupun Provinsi sangat sulit di laksanakan karena mobilisasi yang susah apalagi di musim penghujan, ucapnya.

“Terus terang saja masyarakat banyak ngomong juga ke kami para Kepala Desa, kalau pembangunan jalan tidak segera dilaksanakan, pada tahun 2024 masyarakat ngancam mau golput dan tidak mau datang ke TPS baik Pileg, Pilkada maupun Pilpres,” ucap Jaro Muhi, menirukan apa yang di sampaikan warganya.

Di tempat yang berbeda warga Jatake Udin ( 47 tahun ) mengatakan kalau mau bukti bahwa jalan ke wilayahnya yang rusak parah seperti sungai kering, silahkan pejabat dinas terkait untuk datang ke wilayahnya agar dapat merasakan kondisi jalan Cikumpay-Ciparay.

Di wilayah kami ada pembangunan hotmix jalan Kabupaten sampai saat ini belum juga dapat diselesaikan, dengan alasan kondisi jalan sangat repot. Kerusakan jalan yang sangat parah ini jelas sangat mengganggu dan merepotkan semua orang. Kami warga di wilayah 4 Desa dari 2 Kecamatan, yaitu Kecamatan Panggarangan dan Kecamatan Bayah meminta pemerintah Provinsi Banten untuk secepatnya merealisasikan Pembagunan jalan Cikumpay-Ciparay,” ucapnya.

Kita sepakat bahwa kalau memang benar anggaran pembangunan jalan Cikumpay-Ciparay tidak di realisasikan, kami akan golput dalam pemilu 2024 sesuai tuntutan kami saat demo dulu tahun 2021, pungkas Udin.(red)