Warga Desa Wanamulya Rayakan Tradisi Ruwat Bumi Sebagai Ungkapan Syukur

oleh -696 Dilihat
inshot 20251011 220414036 11zon 11zon
Kepala Desa Wanamulya, Ribut Triyono, tampak berada di atas panggung Wayang Golek sesaat sebelum pertunjukan dimulai pada Sabtu (11/10/2025). Momen tersebut menggambarkan suasana penuh antusiasme dan kebanggaan dalam pelestarian seni tradisional di tengah masyarakat. (Dok. Rae Kusnanto)

PEMALANG, Revolusinews.com- Pemerintah Desa Wanamulya, Kecamatan Pemalang, menggelar tradisi sakral Ruwat Bumi sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rezeki dan hasil bumi yang melimpah. Upacara adat yang telah diwariskan secara turun-temurun ini menjadi sarana mempererat kebersamaan serta menjaga kelestarian budaya lokal di tengah perkembangan zaman.

Rangkaian kegiatan dimulai sejak siang hari dengan berbagai ritual khas desa, seperti doa bersama dan persembahan hasil bumi sebagai wujud rasa syukur atas anugerah alam. Puncak acara digelar pada malam hari melalui pagelaran Wayang Golek yang menghadirkan dalang kondang Ki Wahyudin dari Batang, Jawa Tengah.

Antusiasme masyarakat terlihat luar biasa. Sejak sore, warga dari berbagai dusun datang berbondong-bondong ke halaman kantor desa. Tua muda, laki-laki maupun perempuan, larut dalam suasana kebersamaan dan gotong royong. Dukungan warga pun mengalir, baik berupa tenaga, semangat, maupun bantuan materi demi suksesnya acara tahunan ini.

Wayang Golek dengan lakon “Babat Pemalang” atau “Kemiri Wajan” menjadi daya tarik utama malam itu. Iringan gamelan yang syahdu, kepiawaian sang dalang memainkan karakter, serta kisah heroik yang sarat nilai sejarah membuat suasana kian meriah dan menggugah rasa bangga akan warisan budaya leluhur.

Kepala Desa Wanamulya, Ribut Triyono, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas terselenggaranya tradisi Ruwat Bumi tahun ini dengan lancar dan meriah. Ia menegaskan, kegiatan ini merupakan hasil kerja sama seluruh unsur masyarakat, termasuk perangkat desa, tokoh masyarakat, pemuda, serta berbagai panitia kegiatan yang bersatu dalam semangat gotong royong.

Dalam keterangannya, Ribut juga menekankan pentingnya menjaga keberlangsungan tradisi sebagai jati diri desa. “Ruwat Bumi bukan sekadar acara adat, tetapi bentuk penghormatan kepada alam dan rasa syukur atas rezeki yang diberikan Tuhan. Tradisi ini harus kita jaga agar generasi muda tetap mengenal akar budayanya,” ujarnya.

Ia menambahkan, pelaksanaan kegiatan budaya seperti ini diharapkan juga berdampak positif pada perekonomian warga. “Semoga warga Wanamulya selalu diberi kelancaran rezeki, hasil panen meningkat, dijauhkan dari bencana, dan kehidupan para petani semakin sejahtera,” tutur Ribut dengan penuh harap.

Kesuksesan Ruwat Bumi menjadi bukti nyata kekompakan warga Desa Wanamulya. Lebih dari sekadar ritual tahunan, tradisi ini merupakan simbol persatuan dan harmoni antara manusia dengan alam. Melalui Ruwat Bumi, masyarakat membuktikan bahwa warisan leluhur tetap hidup dan relevan, menjadi identitas budaya yang patut dibanggakan.

No More Posts Available.

No more pages to load.