INDRAMAYU, Revolusinews.com – Sejumlah 3 desa di wilayah Kecamatan Kandanghaur Kabupaten Indramayu Provinsi Jawa Barat, yang dekat dengan pantai yakni Desa Eretan Kulon, Desa Eretan Wetan dan Desa Kertawinangun terdampak banjir rob.
Hal tersebut dikatakan oleh Ketua Oi Crisis Centre Unit Pelaksana Wilayah (OCC UPW) Indramayu Sugiyanto saat ditemui RNews di Desa Eretan Kulon pada Selasa (1/11/2022) sekira 16.30 WIB.
“6 hari ini ketinggian air mencapai 40 hingga 50 Centi Meter. Saat ini Saya berada di Desa Eretan Kulon. Untuk kendaraan sepeda motor tidak memungkinkan kecuali sepeda motor trail dan untuk kendaraan roda empat bisa melalui jalan ini. Air pasang terkadang Pagi dan Sore hari,” ungkapnya.
Dikatakannya, untuk bantuan dari pihak Pemdes setempat, pihak Kecamatan, dan dari Dinas Sosial, sudah ada upaya untuk melakukan pembagian sembako.
Untuk saat ini, lanjut Sugiyanto, kami selalu berkoordinasi dengan pihak terkait yaitu pihak Pemdes, Kecamatan dan Kabupaten. Sehingga pihak Kabupaten ini ada upaya untuk melakukan pembenahan sungai. Karena kondisi sungai yang hampir kurang lebih 5 tahun ini tidak adanya pengerukan. Karena kedangkalan sungai juga TPT (Tembok Penahan Tanggul) itu sangat rendah, saya berharap adanya peninggian TPT di samping sungai.
Dikatakan Sugiyanto, untuk bantuan dari pihak Provinsi Jawa Barat masih belum ada tetapi saya terus berupaya untuk melakukan koordinasi dengan pihak Pemerintahan Jawa Barat supaya bisa mendistribusikan logistik ke sini, sehingga yang terdampak banjir rob bisa diberikan bantuan berupa sembako maupun obat-obatan.
“Alhamdulillah untuk saat ini ada kabar baik dari pihak Jabar Quick Respon, terkait adanya banjir rob ini sehingga Jabar Quick Respon meminta data dan selalu updated. Saya harap pihak Jabar Quick Respon ini bisa memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak banjir rob ini,” katanya seraya mengatakan tidak ada korban jiwa, hanya mengalami gatal pada kulit akibat banjir rob.
“Kami mewakili pemuda sekaligus Ketua OCC UPW Indramayu berharap kepada pihak Pemerintahan Desa, pihak Kecamatan dan pihak Kabupaten untuk segera melakukan pembenahan sungai karena selama ini sungai terkondisi dangkal dan TPT untuk segera direlokasi,” harapnya menutup pembicaraan.












