LEBAK,Revolusinews.com – Kondisi gorong-gorong dan pondasi irigasi di Kampung Cikesik RT. 004 RW. 002 Desa Malingping Selatan, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten dikeluhkan warga, Sabtu (02/5/2026).
Warga mengaku, gorong-gorong tersebut kurang lebih sudah 30 tahun tidak tersentuh pembangunan atau perbaikan.
Minimnya perhatian pemerintah terhadap infrastruktur tersebut diduga menjadi salah satu penyebab terjadinya longsoran dan abrasi yang mengancam Ruko (rumah toko) milik warga di sekitar lokasi.
Akibat kondisi bangunan yang sudah lapuk dan dinilai tidak lagi mampu menahan debit air maupun pergerakan tanah, sebagian area di sekitar gorong-gorong mengalami longsor dan mengancam Ruko (rumah toko) milk warga.
Seorang warga, AG, yang tengah melakukan pemasangan bronjong di lokasi itu mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kondisi tersebut. Menurutnya, selama puluhan tahun belum ada pembangunan ataupun rehabilitasi pada gorong-gorong saluran irigasi itu.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, sudah sekitar 30 tahun belum ada pembangunan. Sekarang terjadi longsor akibat abrasi dan sudah mendekati Ruko milik warga, dikhawatirkan terjadi longsor yang lebih besar. Bahkan menurut ia, seminggu yang lalu pernah ada yang turun ke lokasi gorong-gorong tersebut, dan mengatakan secepatnya akan direhab.
“Seminggu yang lalu sempet ada yang datang, katanya secepatnya akan dilakukan rehabilitasi gorong-gorong dan pondasi yang sudah lapuk dan keropos, akan tetapi sudah 2 minggu ini belum juga ada perbaikan,” ujar AG.
Dan kami mengambil langkah inisiatif sendiri untuk melakukan pembangunan rehabilitasi pondasi yang keropos dan lapuk yang berdekatan dengan rumah warga.
Selain mengancam Ruko milik warga, kondisi ini juga dikhawatirkan dapat mengganggu aliran irigasi yang menjadi penunjang aktivitas pertanian masyarakat sekitar.
Masyarakat meminta penanganan segera dilakukan, mengingat keselamatan warga menjadi prioritas utama, terlebih saat ini intensitas hujan tinggi yang berpotensi memperparah longsoran.
Hingga pemberitaan ini, awak media masih berusaha melakukan konfirmasi ke pihak DPUPR Cilangkahan 1.
Reporter: Hedi Sofyan






