Air Sungai Parid Berwarna Hitam Diduga Tercemar Limbah Berbahaya

oleh -606 Dilihat
oleh
img 20250224 wa0052
Gambar diambil saat kondisi sedang surut, warna hitam jadi petunjuk sebagian air sungai tercemar dampak buangan limbah. (Dok. Tunjang Drs)

CILACAP, Revolusinews.com – Sungai Parid di Desa Ujungmanik yang biasanya jernih saat ini berubah warna menjadi hitam pekat bahkan mengeluarkan bau tak sedap hingga tercium sangat menyengat yang diduga akibat air tercemar buangan limbah, Senin (24/2/2025).

Atas peristiwa tersebut, nelayan merasa resah khawatir dampak yang ditimbulkan. Hal itu dirasakan Karso, warga nelayan Banjursari RT 05/RW 03, Desa Ujungmanik, Kecamatan Kawunganten, Kabupaten Cilacap dampak air sungai yang berubah warna berpengaruh terhadap mata pencaharian laut.

“Dampaknya luar biasa, air sungai parid yang tercemar sudah meluas bahkan sampai ke sungai terusan cendhek. Biasanya saya memasang alat mendapat hasil, tapi setelah ada pencemaran air, alat tangkap berupa wuwu naga kosong tak ada isi,” kata Karso, Senin (24/2/2025).

“Contohnya saja ikan kathing atau baung merupakan ikan yang sangat bandel, ketika air sungai tercemar ikan tersebut banyak yang mati,  kemudian udang juga sama,” sambungnya.

Sejauh ini, peristiwa ganjil masih misteri, pasalnya air tercemar secara tiba-tiba, belum diketahui pasti dari mana limbah berasal, begitu pula belum tahu limbah apa sebenarnya.

“Baru kali ini, sungai parid tercemar limbah, beranjak pengalaman belum pernah terjadi seperti halnya saat sekarang. Kami khawatir dampak ini menimpa, dan berpengaruh terhadap nasib para nelayan, guna memastikan air yang tercemar perlu dilakukan uji LAB,” tuturnya.

“Kami berharap kejadian ini ada solusi, saya sudah melapor kepada pihak Kadus setempat, agar mencari titik temu mengatasi sumber masalah,” harap Karso.

Hal senada disampaikan Wahana, warga Dusun Banjursari RT 03/RW 02, Desa Ujungmanik yang khawatir pengaruh pencemaran berdampak terhadap hasil tangkapan laut akibat sungai tercemar limbah, pengaruh terhadap kelangsungan hidup biota laut.

“Saya khawatir tercemarnya Sungai Parid berdampak pula hasil nelayan jadi berkurang,” ucapnya.

“Saya lihat sendiri adanya pencemaran ini, biasanya air berwarna jernih, tiba-tiba air berubah warna hitam pekat, mengeluarkan bau tak sedap. Saat saya lihat, air kondisi sedang surut, dan arahnya dari barat. Harapannya ada jalan penanganan agar kondisi sungai kembali sehat tanpa ada pencemaran, sehingga para nelayan tak dihantui rasa takut akan pengaruh dampak lingkungan yang berakibat terhadap hasil pendapatan sebagai nelayan sehari-hari,” tutup Wahana.