Aksi Demo Warga Desa Curugoong Tuntut PT STS Ditutup Permanen

oleh -1239 Dilihat

SERANG, Revolusinews.com – Aksi demo warga Desa Curugoong di depan PT STS yang menuntut adanya penutupan permanen kandang ayam yang dinilai mengganggu dan merugikan masyarakat Desa Curugoong, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang Banten, Minggu (6/8/2023).

PT STS di protes lantaran kandang ayam yang berlokasi diantara dua kampung, antara kampung Cibetus dan kampung Cigadel yang lokasi keberadaannya tidak jauh dari pemukiman dinilai sangat mengganggu warga.

Masyarakat protes dengan berdemo dan tiba di depan perusahaan PT STS, sekira pukul 09.00 WIB tampak membawa sejumlah spanduk dan tulisan dengan tuntutan yang mereka minta agar kandang ayam ditutup.

Warga berorasi menuntut PT STS di tutup dan meminta pada pemeritah daerah Kabupaten Serang yang memiliki kewenangan untuk bersikap tegas dengan menutup perusahaan kandang ayam yang ada di dekat permukiman warga. Duduk permasalahan ini sudah bertahun-tahun namun sampai saat ini masih juga belum terselesaikan. Sedangkan dampaknya warga yang di rugikan, banyak lalat, bau yang menyengat dan menggangu aktivitas sehari-hari.

“ Untuk itu, kepada Bapak Kepala Desa, Bapak Camat dan Bapak Polisi, kami selaku masyarakat berharap, segera selesaikan dan tutup permanen PT STS karena tidak memberi manfaat buat kami bahkan yang ada hanya dampak buruk yang kami terima, adanya bau yang menyengat, banyak lalat serta lainnya hingga menggangu kehidupan dan kesehatan kami,” ujar H.Mahir perwakilan warga saat melakukan orasi

Jika pemerintah dan penegak hukum yang berkewenangan tidak bergerak dan tidak segera bertindak untuk menyelesaikan permasalahan ini, maka kami tidak akan diam, aspirasi dan keluhan kami tidak di dengar oleh pemerintah, dari Kepala Desa Curugoong, Camat Padarincang, Bupati Serang dan para penegak hukum, lantas kepada siapa lagi kami mengadu, apakah mungkin kami harus membuat hukum sendiri,” imbuhnya

Dalam orasinya, H.Mahir juga menyampaikan bahwa aksi warga sudah keempat kali ini dilakukan, Bahkan dulu ada perwakilan warga yang pernah melakukan tanda tangan dengan pemilik kandang, namun tidak membuahkan hasil yang di inginkan.

“ Intinya, kami menolak keberadaan kandang ayam apapun alasannya, betul !,” betul !!” jawab warga teriak secara serentak oleh ratusan pendemo dengan satu kata “yaitu tutup !”

Cecep ketua RT 05 RW 02 juga mengatakan, “yang dilakukan saat ini adalah langkah terakhir agar secepatnya ditindaklanjuti oleh pemerintah desa Curugoong dan pemerintah daerah Kabupaten Serang.

Saat tim media menanyakan, “apakah ada tindak lanjutnya, dia menjawab, “tidak ada selama ini makanya kami terus berjuang menyuarakan aspirasi turun ke lokasi kandang ayam. Ini adalah langkah terakhir kami dengan mendatangi perusahaan PT STS dan meminta pemerintahan daerah yang mempunyai wewenang dalam hal ini untuk menutup kandang ayam yang ada di dekat pemukiman kami,” terangnya.

Sementara, Jajuli Kepala Desa Curugoong menanggapi aksi yang dilakukan warganya saat di konfirmasi mengatakan bahwa, “kami sedang melakukan upaya dengan pak Camat Padarincang menemui beberapa dinas terkait untuk menyelesaikan persoalan kandang ayam ini, karena dirinya baru menjabat di desa Curugoong jadi tidak mengetahui persis awal mulanya. Pihaknya akan segera menindaklanjuti tuntutan yang disampaikan warga, dengan memanggil pemilik kandang.

“ Seharusnya memang jarak kandang dengan permukiman itu minimal 500 meter, tapi sekarang kandang ayam yang dikeluhkan warga ini jaraknya kurang lebih 30 meter dan kandang ini sudah berdiri selama tiga tahun. Bagaimanapun, kami akan menindaklanjuti tuntutan warga,” jelas Juheni pada awak media.

No More Posts Available.

No more pages to load.