BIAK, Revolusinews.com – Kami masyarakat yang tergabung dalam solidaritas pemuda peduli Biak Barat Swandiwe. Protes atas pekerjaan jalan raya Wardo, yang panjangnya 2 Kilometer masih mangkrak. Aksi demo dilakukan di jembatan gantung Wardo, kampung Kanaan, Distrik Biak Barat. Kamis, (29/6/2023).
Kami Solidaritas Pemuda Peduli Biak Barat Swandiwe merasa sedang tidak baik-baik saja. Kami butuh pembangunan, Bukan kegiatan-kegiatan yang beruforia dan tidak ada tujuan yang jelas serta kemanfaatannya kami disini semata-mata untuk masyarakat. Demikian yang di katakan Jhohanes Adadikan dalam aksinya.

Izha Awom menjelaskan bahwa,” Ini merupakan aksi ke 3 kalinya Solidaritas Pemuda Peduli Biak Barat-Swandiwe. Dalam aksi sosial ini kami langsung menimbun dan mengecor jalan yang rusak dan berlobang.
Aksi ini sekaligus untuk mempertanyakan tanggung jawab dari perusahaan yang sempat mengerjakan jalan ini, tapi tidak lanjut dan mangkrak selama 1 tahun lebih,” ungkapnya
Izha Awom meminta keseriusan Pemda dan DPRD Kabupaten Biak Numfor serta Kabupaten Supiori. untuk mengawal pembangunan jalan yang menghubungkan Kabupaten Biak dan Kabupaten Supiori.
Di Media, kami masyarakat disuguhkan dengan banyaknya berita tentang Biak Maju, Namun fakta di lapangan dan di masyarakat masih jauh dari harapan. Masyarakat butuh perubahan, terlebih sisi infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat di Biak,”tegasnya.
Aksi Sosial Solidaritas Pemuda Peduli Biak Barat Swandiwe, yang di koordinir oleh Boas Bonggoibo, dan Izah Awom sebagai penanggung jawab aksi berharap kepada pemerintah untuk memberikan perubahan nyata dengan pembangunan menyeluruh dan sungguh-sungguh tanpa adanya tebang pilih.
Untuk pekerjaan infrastruktur yang belum tersentuh dan belum terselesaikan agar kiranya dapat segera di wujudkan dan di kerjakan agar masyarakat dapat merasakan serta menikmati hasil dari sebuah perubahan yang tidak semata-mata hanya slogan belaka, kami tunggu realisasi pembangunan dari pemerintah untuk di realisasikan dengan segera.










