PEMALANG, Revolusinews.com– Puluhan warga Desa Taman menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Desa Taman, menuntut tanggung jawab Kepala Desa atas kerusakan area makam yang dinilai dibiarkan tanpa perbaikan, Senin (26/1/2026).
Aksi tersebut dipicu penebangan sejumlah pohon di area makam yang diduga dijual, sehingga mengakibatkan kerusakan cukup parah, mulai dari jalan paving, drainase, hingga lingkungan makam yang terkesan terbengkalai.
Warga menilai, setelah penebangan dan penjualan pohon makam, pihak desa seharusnya segera melakukan perbaikan, terlebih menjelang bulan suci Ramadan yang biasanya ramai dikunjungi warga untuk ziarah dan kirim doa.
Selain akses jalan dan drainase, warga juga menyoroti kerusakan batu nisan serta tanaman di sekitar makam agar kembali diperbaiki dan layak dikunjungi sebelum memasuki bulan puasa.
Aspirasi warga disampaikan melalui Koordinator Aksi, Sanni Panggih. Dalam dialog tersebut, Kepala Desa Taman mengakui adanya kekurangan dalam pengelolaan dan menyatakan siap bertanggung jawab atas kerusakan yang terjadi.
Kepala Desa Taman, Agus, secara terbuka menyampaikan bahwa dirinya yang mengelola dan berjanji akan melakukan perbaikan, Ya saya siap dan sanggup sebelum bulan puasa di perbaiki kembali, tuturnya. Pernyataan itu disampaikan langsung di hadapan para peserta aksi.

Komitmen tersebut dituangkan dalam surat pernyataan bermaterai Rp10.000 yang diketahui perangkat desa dan disaksikan jajaran Muspika Taman, termasuk jajaran Koramil, Polsek serta Camat Taman, Dedi, di ruang Kantor Desa.
Camat Taman, Dedi, mengapresiasi warga yang telah menyampaikan aspirasi secara tertib dan kondusif. Aksi unjuk rasa tersebut berlangsung aman dengan pendampingan sejumlah anggota Ormas GRIB Jaya Taman.










