PEMALANG, Revolusinews.com- Aliansi Masyarakat Peduli Pemalang bersatu kembali jadi sorotan. Aksi unjuk rasa yang direncanakan di Kantor DPUTR Kabupaten Pemalang, Senin (15/12/2025) lagi-lagi gagal total, kandas sebelum benar-benar digelar.
Padahal, rencana aksi disebut akan melibatkan mobil komando, ban bekas, banner besar, serta klaim kehadiran sekitar 200 orang massa. Namun kenyataan di lapangan jauh dari skenario yang diumbar.
Alih-alih aksi terbuka, situasi justru berbalik arah. Hanya beberapa perwakilan yang hadir, berubah menjadi pertemuan tertutup semacam audiensi, jauh dari atmosfer demonstrasi.
Kondisi ini bahkan sudah tercium sehari sebelum hari-H, memunculkan dugaan kuat bahwa kegagalan aksi telah “terkondisikan” sejak awal.
Bukan kali pertama, aliansi tersebut kembali dinilai kehilangan daya tekan. Retorika keras yang sebelumnya digaungkan tak berbanding lurus dengan realita di lapangan.
Sementara itu, Kantor DPUTR Kabupaten Pemalang tetap berjalan normal. Tak ada mobil komando, tak ada ban bekas, tak ada gelombang massa, tuntutan pun kembali menguap.
Peristiwa ini menjadi catatan publik: gerakan besar tanpa konsolidasi hanya tinggal rencana, dan masyarakat kini menunggu, apakah ini akhir dari drama atau awal evaluasi serius.
GAGAL TOTAL! Demo 200 Orang ke DPUTR Pemalang Kempes, Berujung di Meja Audiensi










