SERANG, Revolusinews.com – Aksi penyiraman air keras terhadap Aktivis Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) memicu gelombang kemarahan dari berbagai elemen masyarakat sipil. Tindakan biadab ini dinilai bukan sekadar kriminalitas biasa, melainkan serangan langsung terhadap demokrasi dan upaya pembungkaman suara kritis di Indonesia.
Pasca insiden brutal yang mengakibatkan luka bakar serius pada wajah dan tubuh korban, kecaman keras datang dari berbagai pihak.
Pengurus perkumpulan Abdi Gema Perak, Repiana mengecam keras insiden mengerikan ini. Ia menegaskan kekerasan terhadap aktivis adalah bentuk teror yang tidak bisa ditoleransi dalam negara hukum sekaligus tindakan pengecut dan pelaku harus dikejar.
“Kami mengutuk keras tindakan brutal ini. Ini adalah bentuk intimidasi nyata terhadap mereka yang berjuang demi keadilan. Kami mendesak pihak kepolisian untuk tidak membuang waktu segera usut tuntas, lacak aktor intelektualnya, dan tangkap pelakunya!” tegas, Repiana saat diwawancarai media ini.

Senada dengan itu, aktivis pegiat sosial, Sukra melontarkan kritik yang jauh lebih pedas terhadap kinerja aparat penegak hukum. Ia menyoroti lambatnya penanganan kasus-kasus kekerasan terhadap aktivis yang seringkali berakhir menguap begitu saja.
“Kepolisian negeri ini digaji oleh rakyat untuk melindungi rakyat, bukan untuk diam melihat pejuang kemanusiaan di cacat fisik dan mentalnya! Kami minta polisi jangan ‘malehoy’ (lemah/letoy) dalam menjalankan tugas. Jika kasus seserius ini gagal diungkap dengan cepat, maka wajar jika publik meragukan integritas dan keberanian institusi Polri,” cecar, Sukra menohok.
Sukra menambahkan, peringatan. Kalau dalam 1×24 jam tidak ada perkembangan signifikan, kepolisian layak dipertanyakan kredibilitasnya. Jangan sampai rakyat hilang kepercayaan total!”
Kondisi Korban dan Desakan Investigasi
Korban, Andrie Yunus dilaporkan mengalami luka bakar sekitar 24 persen dan sedang dalam penanganan intensif di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Aksi penyiraman ini dinilai sebagai ancaman nyata terhadap demokrasi dan warga sipil
Publik kini menunggu pembuktian dari korps bhayangkara jangan sampai hanya ada basa-basi pernyataan prihatin! Apakah hukum akan tegak berdiri atau justru tunduk pada tekanan gelap di balik serangan ini? LSM Abdi Gema Perak dan para aktivis sosial memastikan akan terus mengawal kasus ini hingga pelaku mendekam di balik jeruji besi. Kasus ini menambah daftar panjang kekerasan terhadap aktivis di Indonesia.







