INDRAMAYU, Revolusinews.com – Ketegangan terjadi di SPBU 3445215 Limbangan, Juntinyuat, Indramayu pada Sabtu (15/3). Perselisihan dipicu oleh aksi seorang konsumen yang nekat merekam video di area pompa bensin, meski tengah ada proses perbaikan teknis yang berisiko tinggi.
Gangguan operasional di SPBU tersebut diketahui telah berlangsung sejak Jumat (14/3) akibat kerusakan pada kabel Submersible Turbine Pump(STP) yang melayani pengisian Solar dan Pertalite. Tim teknisi baru tiba di lokasi pada Sabtu siang sekitar pukul 13.45 WIB untuk melakukan uji pancar pada nozzle.
Di tengah proses perbaikan, seorang pengendara mobil Suzuki berwarna putih terlibat adu mulut dengan pengawas SPBU. Konsumen tersebut kedapatan merekam situasi menggunakan ponsel, yang memicu teguran keras dari pihak pengelola penggunaan ponsel dan dokumentasi di area sensitif sesuai standar keselamatan kerja (K3) Pertamina guna mencegah risiko kebakaran. Namun, konsumen tetap bersikeras dan merasa tindakannya benar,” ujar Carim pengawas SPBU 3445215 di lokasi.
Ketegangan memuncak saat konsumen tersebut menyatakan siap bertanggung jawab jika terjadi insiden.
Menanggapi hal itu, pengawas SPBU mengingatkan besarnya risiko kerugian material dan nyawa manusia yang tidak bisa dianggap sepele.
Meski telah ditunjukkan rambu larangan resmi terkait penggunaan HP dan pemotretan, konsumen tersebut tetap meninggalkan lokasi dengan melontarkan ancaman akan melaporkan kejadian ini ke pihak berwajib. Sebaliknya, pihak pengawas menyatakan siap menghadapi laporan tersebut dengan dasar penegakan aturan keselamatan kerja.
Kami petugas SPBU berhak menegur atau melarang pelanggan yang bermain HP atau merekam video saat pengisian bahan bakar sedang berlangsung demi keamanan bersama dan “Penggunaan ponsel hanya diizinkan sebatas untuk transaksi pembayaran cashless berdasarkan Aturan Penggunaan HP di SPBU (SOP Pertamina) ungkap Carim pengawas SPBU yang sapaan familianya “bapak menejer segala urusan “Hingga berita ini ditayangkan, situasi di SPBU mulai kondusif sementara tim teknisi masih berupaya menormalkan kembali penyaluran BBM.












