LEBAK, Revolusinews.com – Satu tahun pengajuan minta perbaikan pemasangan kabel dan tiang PLN yang jaringan kabelnya semrawut ancam keselamatan warga di Desa Calung Curug, Kecamatan Sajira Provinsi Banten, Senin (17/7/2023).
Warga Calung Bungur mengeluhkan adanya pemasangan kabel listrik yang semrawut di pemukiman warga. Masyarakat mendesak PLN Rayon Lebak untuk segera melakukan penertiban kabel-kabel yang tidak beraturan sekaligus penggantian tiang listrik secara standar dari PLN.

Masyarakat mengeluh dan takut adanya korsleting listrik akibat dari pemasangan kabel yang seperti benang kusut di tiang kayu dan bambu yang sudah rapuh. Jika hal itu terus dibiarkan dapat membahayakan serta mengancam keselamatan jiwa dan nyawa banyak orang. Hal fatal akan terjadi jatuhnya korban kesetrum dan kebakaran.
Kabel-kabel yang menjuntai kebawah di area pemukiman penduduk, kayu kecil dan bambu seadanya di jadikan tiang listrik, itupun sudah kering dan sudah mulai lapuk termakan waktu bahkan sudah mengalami kemiringan parah. Tiang kayu juga bambu di beli dan di pasang secara swadaya oleh masyarakat.
Menurut warga kondisi ini tentu membuat bahaya dan sangat rawan dengan keselamatan warga yang ada di kampung ini, “ujar Subandi selaku sekdes di Desa Calung Bungur
“Selain itu, semrawutnya kabel listrik juga merusak pemandangan dan keindahan kampung. Maka dari itu, kami berharap pihak PLN segera menertibkan kabel yang berantakan ini.
Warga meminta kepada pihak PLN Rayon Lebak Banten untuk segera merespon serta menindaklanjuti pengajuan permohonan perbaikan kabel dan tiang, agar masyarakat merasa aman tentram dan tidak perlu lagi merasa cemas serta khawatir akan adanya ancaman yang selalu mengintai.
” Kami dari pihak desa sudah dua kali mengajukan permohonan melalui proposal ke pihak PLN namun sampai saat ini belum ada tanggapan serta tindakan untuk pembenahan kabel dan pemasangan tiang listrik dari pihak PLN, “ujar Subandi
Lanjut Subandi, ” kabel penghantar tegangan yang saat ini terpasang bukan dari pihak PLN, tapi dari pak lurah yang beli. Panjang kabel kurang lebih tiga kilometer berarti sekitar 3000 meteran, dan kami juga dari pihak desa apabila tidak ada pemasangan sampai bulan Agustus maka kami akan mengadakan aksi yang akan di bantu oleh tokoh masyarakat.
Sebelum kami mengadakan aksi, di harap PLN sudah dapat mewujudkan untuk melakukan pembenahan tiang dan kabel sesuai pengajuan dan permohonan kami,” pungkasnya












