Bendung Karet Kali Perawan Desa Kertawinangun Tingkatan Panen Petani

oleh -4608 Dilihat
oleh
bendung karet kali perawan revolusinews revolusi news

INDRAMAYURevolusinews.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tahun 2018 lalu telah menyelesaikan pembangunan Bendung Karet Kali Perawan guna mengatasi banjir akibat pasang surut dan intrusi air laut yang mengakibatkan air menjadi payau dan tidak layak untuk dikonsumsi atau untuk mengairi lahan persawahan.

Bendung Karet Kali Perawan yang berada di Desa Kertawinangun, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat tersebut akan mengurangi resiko banjir di tiga desa seluas 380 hektar yakni Desa Kertawinangun, Desa Ilir dan Desa Soge, Kecamatan Kandanghaur. Selain mengatasi banjir dan intrusi air laut, pembangunan Bendung Karet Kali Perawan yang dilakukan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, Ditjen Sumber Daya Air teesebut berfungsi sebagai tempat penyimpanan air atau long storage.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Dr (HC) Ir H Mochamad Basoeki Hadimoeljono MSc PhD mengatakan, pembangunan Bendung Karet Kali Perawan tersebut merupakan salah satu cara yang cukup efektif dan efisien untuk pengelolaan air tawar.

“Pembangunan Bendung Karet Kali Perawan tersebut tidak membutuhkan pembebasan lahan karena menggunakan badan sungainya sendiri. Desain dan konstruksinya lebih sederhana dibanding pembangunan bendungan. Biayanya pun lebih kecil yakni untuk Bendung Karet Kali Perawan sebesar Rp 67,4 miliar,” ujar Basoeki.

Lebih lanjut Dr (HC) Ir H Mochamad Basoeki Hadimoeljono MSc PhD menjelaskan, saat musim kemarau pintu bendung akan ditutup sehingga menjadi long storage yang bisa menampung air lebih dari 1 juta m3 dan sekaligus mencegah intrusi air laut ke sungai. Sementara pada musim hujan, pintu bendung akan ditutup hingga ketinggian air mencapai elevasi 1,9 meter, yang kemudian dialirkan ke laut dengan kapasitas 255,18 m3/detik.

“Dengan tetap terjaganya debit air di sungai tersebut nanti dapat digunakan untuk mengairi daerah irigasi seluas 2.307 hektar dan diharapkan dapat membantu peningkatan jumlah panen dari 2 kali menjadi 3 kali panen dalam setahun,” terang Basoeki.

“Bendung Karet ini juga dimanfaatkan untuk mengairi daerah perikanan air tawar seluas 200 hektar. Untuk mengakomodir kebutuhan para petani garam, akan dibuat saluran khusus mengalirkan air laut ke tambak-tambak garam sepanjang 1 km,” imbuhnya.

Sementara, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum Ir Bob Arthur Lombogia MSi mengatakan, pengerjaan proyek pembangunan bendung karet tersebut dilakukan sejak Maret 2017 hingga Oktober 2018 lalu. Pekerjaan dilaksanakan oleh kontraktor PT PP (Persero) Tbk.

“Bendung Karet dengan pelindung baja sepanjang 22 meter tersebut memiliki kelebihan pada masa umur pakai karet yang lebih lama karena terlindungi panel baja,” kata Bob.

“Waktu untuk menaikkan dan menurunkan muka air lebih cepat daripada bendung karet tanpa panel baja dan dapat dioperasikan sesuai kebutuhan atau elevasi muka air yang diinginkan,” tutupnya.

Dalam kesempatan itu, turut hadir mendampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Dr (HC) Ir H Mochamad Basoeki Hadimoeljono MSc PhD, Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR RI Bapak Dr Ir Hari Suprayogi MEng, Dirjen Bina Marga Ir Sugiyartanto MT, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Ir Herry Trisaputra Zuna SE MT, Direktur Jalan Bebas Hambatan, Perkotaan dan Fasilitasi Jalan Daerah Dr Ir Hedy Rahadian MSc, Kepala BBWS Citarum Ir Bob Arthur Lombogia MSi, Kepala BBPJN VI Dr Ir Hari Suko Setiono MEng Sc dan Kepala Biro Komunikasi Publik Endra Saleh Atmawidjaja ST MSc DEA.

No More Posts Available.

No more pages to load.