Warga Indramayu Penderita Hidrosefalus Butuh Uluran Tangan

oleh -2914 Dilihat
20230916 180750

INDRAMAYU, Revolusinews.com – Penderita Hidrosefalus (pembesaran ukuran kepala), Muhammad Tahadi Hanif (4) laki-laki kelahiran 25 Mei 2019, anak dari pasangan suami isteri Surya (47) dan Kadmi (45), berharap ada pihak yang perduli dengan kesehatannya guna kesembuhan.

Hanif saat ini tinggal bersama Kadmi di rumah yang berada di Desa Ilir Blok Bloran 2 Nomor 69 RT.001/RW.002 Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu Provinsi Jawa Barat.

20230916 180910

Kepada awak media pada Sabtu (16/9/2023) Siang di teras rumahnya, Kadmi mengatakan, memiliki 4 anak namun 1 anak meninggal dunia.

“Saya punya anak jumlahnya 4, yang meninggal 1 itu anak ke 3. Muhammad Tahadi Hanif anak ke 4. Anak yang ketiga juga sama kondisinya seperti Hanif. Anak Saya semuanya laki-laki,” kata Kadmi seraya mengatakan pekerjaan Suami setiap harinya mencari udang dipinggiran laut.

20230916 180856

Setelah lahir, lanjut Kadmi, anak Saya Hanif sudah terkondisi dengan kepalanya besar. Pada saat saya hamil dilakukan USG (Ultrasonografi) dan hasil USGnya anak Saya kepalanya besar. Lahirannya normal. Kisaran umur 2 bulanan, Hanif pernah sekali diperiksa secara medis di Rumah Sakit Bhayangkara Indramayu dan sampai saat ini belum diperiksa lagi.

“Menurut Dokter menyarankan ke saya agar Hanif untuk dilakukan operasi namun saya tidak menyetujuinya dan membiarkan saja sampai saat ini dikarenakan Saya takut melihat Hanif masih bayi dilakukan operasi. Selain itu, karena tidak ada biaya untuk operasi. Saya tidak punya BPJS Kesehatan,” katanya.

Pada kaca samping pintu depan rumah terlihat label yang menerangkan bahwa Kadmi terkategori keluarga miskin penerima bantuan sosial PKH (Program Keluarga Harapan) dan BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai). Saat di tanya apakah sudah pernah menerima bantuan, kembali doia menjawab, selama ini yang diterima bantuan Rasdog (Beras Endog/Telur).

“Tadinya kan sudah pernah menerima bantuan PKH, pernah menerima 2 kali saja dan sampai sekarang belum pernah menerima bantuan lagi. Bantuan Rasdog juga kadang keluar kadang engga. Kalau di gesek tuh ATM nya tidak ada saldonya, Saya kan ada tuh ATM nya,” jelasnya.

Menurut pengakuan Kadmi, selama ini dari pihak Desa dan Kecamatan belum pernah datang ke rumah Kadmi untuk menengok dan memberikan bantuan kepada Hanif.

“Pernah didatangin Ibu-ibu dari Indramayu, pakaiannya seperti Posyandu. Saat itu Saya menanyakan kalau saya punyan ATM tapi kalau di gesek kok gak ada terus saldonya, ini kenapa? Malah jawabnya tidak tahu,” katanya.

Dia berharap dan berupaya untuk kesembuhan anaknya namun dengan kondisi keterbatasan ekonomi maka berharap adanya bantuan untuk kesembuhan agar anaknya bisa duduk karena sekarang anaknya tidak bisa apa-apa.

“Kalau ada biaya sih mau berobat anak Saya. Ada orang yang menyuruh ke saya untuk mencari bantuan tapi saya tidak tahu mencari bantuannya ke siapa,” katanya.

Dijelaskannya, kondisi kesehatan Hanif jika membuang air kecil masih lancar namun apabila membuang air besar susah karena kotorannya keras.

“Kalau makan masih bisa, makannya nasi dilembutkan dengan tambahan lauknya sosis dan kecap. Untuk susu pake susu kotakan. Tapi belum ada perubahan untuk Hanif,” katanya.

Dikatakannya, Suami kerja di pantai Dadap Indramayu, kalau pulang kerja sebulan sekali, tapi tidak menentu juga, kadang 2 bulan baru pulang ke rumah. Kalau suami dapat uang ya pulang, kalau gak dapat uang ya gak pulang-pulang.

“Pendapatan Suami kadang dapat 150 ribu, kadang 200 ribu,” katanya.

Selain kepada pihak Desa dan Kecamatan setempat, Dia juga berharap kepada Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial Kabupaten Indramayu bahkan berharap kepada Bupati Indramayu Hj Nina Agustina SH MH CRA, agar memperdulikan kondisi kesehatan Muhammad Tahadi Hanif.

No More Posts Available.

No more pages to load.