Berita Klarifikasi: Gagal Paham, Disebut Pabrik Ternyata Usaha Mikro di Serang

oleh -7 Dilihat
img 20261005 wa0000 11zon

PEMALANG, Revolusinews.com – Beredarnya video berdurasi sekitar dua menit melalui akun TikTok @Slametali_mco.Pemalang dengan keterangan “Warga Resah Pabrik Pengelolaan Usus” menjadi perhatian warga Desa Serang, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang. Untuk meluruskan informasi tersebut agar tidak terjadi gagal paham, pemilik usaha bersama warga menggelar pertemuan klarifikasi, Minggu malam (4/10/2026).

Pertemuan berlangsung sekitar pukul 20.25 WIB hingga selesai di lokasi bangunan yang tengah dalam proses renovasi. Hadir dalam kegiatan tersebut unsur Muspika, Danramil 03/Petarukan bersama Babinsa, dan tiga perwakilan Pemerintah Desa Serang, tokoh masyarakat, warga, Ketua Karang Taruna beserta jajaran, serta pemilik usaha.

Dalam klarifikasi tersebut, muncul penegasan bahwa kegiatan yang selama ini disebut sebagai “pabrik pengolahan usus” bukanlah pabrik sebagaimana informasi yang beredar. Pemilik usaha, Slamet, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan usaha skala mikro milik warga lokal dengan nama UD Barokah, bukan sebuah perusahaan atau pabrik besar.

“Ini bukan pabrik, tetapi usaha mikro,” demikian penegasan dalam pertemuan tersebut, sekaligus menjadi bagian penting dari klarifikasi agar informasi yang berkembang di media sosial tidak menimbulkan salah persepsi di tengah masyarakat.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun media di sekitar lokasi sejak Minggu siang, persoalan yang menjadi perhatian warga lebih berkaitan dengan aroma kurang sedap dan persoalan saluran sanitasi. Slamet pun menyatakan sikap terbuka serta mengakui bahwa jaringan sanitasi atau IPAL di lokasi usahanya masih perlu diperbaiki.

Slamet menjelaskan, proses perebusan usus selama ini menyesuaikan kondisi saluran air. Apabila aliran air berjalan, proses memasak dilakukan, sedangkan ketika aliran berhenti, kegiatan tersebut dihentikan sementara. Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada warga apabila kegiatan usahanya mengganggu kenyamanan masyarakat.

“Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya jika usaha ini mengganggu kenyamanan warga. Untuk sementara, saya tidak akan menggunakan jaringan IPAL sebelum perbaikannya selesai dengan baik,” ujar Slamet di hadapan warga.

Sementara itu, Danramil 03/Petarukan memberikan arahan agar persoalan tersebut diselesaikan secara kondusif dan mengedepankan kepentingan lingkungan. Ia juga memberikan pemahaman bahwa perbaikan jaringan sanitasi harus dilakukan dengan baik sehingga aktivitas usaha tidak menimbulkan gangguan bagi masyarakat maupun lingkungan sekitar.

Pada kesempatan yang sama, Wagiyo, perwakilan Pemerintah Desa Serang, menyampaikan keluhan warga terkait aroma kurang sedap yang sebelumnya dikeluhkan masyarakat. “Saya menyampaikan keluhan hati saya dan warga. Kemarin ada warga yang datang mengadu mengenai air sungai dan bau tidak sedap dari arah usaha ini,” ungkapnya. Wagiyo menegaskan, solusi harus segera dicari agar saluran tersier tidak terkena kebocoran limbah, karena saluran tersebut merupakan bagian dari jaringan air yang dimanfaatkan para petani. “Jangan sampai saluran tersier terkena bocoran-bocoran limbah, karena ini saluran petani.

Kami berharap persoalan ini bisa diselesaikan dengan baik,” pungkasnya. Dalam pertemuan tersebut, pemilik usaha juga membuka peluang kerja sama dengan Karang Taruna untuk budidaya ikan lele dengan memanfaatkan limbah yang masih memungkinkan diolah secara aman.