Bikin Geram! Oknum Babinsa Pontang Diduga Sindir Wartawan dan Ormas, Diminta Segera Klarifikasi

oleh -2 Dilihat
img 20260913 wa0128

SERANG,Revolusinews.com – Dugaan pelecehan terhadap profesi wartawan, organisasi kemasyarakatan (Ormas), dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) kembali mencuat. Kali ini, dugaan tersebut diduga dilakukan oleh seorang oknum TNI yang bertugas sebagai Bintara Pembina Desa (Babinsa) di wilayah Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang, Banten.

Peristiwa tersebut bermula ketika anggota Ormas BPPKB Serang melakukan konfirmasi terkait sejumlah temuan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta sejumlah sekolah, yakni SMK dan MTs, di wilayah Kecamatan Pontang, pada Selasa (2/9/2026).

Hilman, anggota BPPKB Serang, mengatakan kepada Media bahwa dirinya mendapat respons yang dinilai tidak mengenakkan ketika melakukan konfirmasi kepada oknum Babinsa berinisial H.

Menurut Hilman, dirinya terlebih dahulu menghubungi oknum tersebut melalui WhatsApp dan memperkenalkan diri serta menyampaikan asal organisasinya. Konfirmasi itu dilakukan berkaitan dengan sejumlah temuan di SPPG dan beberapa sekolah di wilayah Pontang.

“Berawal saya melakukan konfirmasi melalui telepon WhatsApp dan memperkenalkan diri, nama dan asal organisasi kepada oknum TNI, yaitu Babinsa Koramil 10/Pontang, berinisial H, terkait beberapa temuan di SPPG dan beberapa sekolah SMK dan MTs di wilayah Pontang. Namun, jawaban yang saya terima menggunakan bahasa yang tidak mengenakkan, ‘Tidak ada uang, ini maksudnya apa?’,” ujar Hilman, Sabtu (11/9/2026).

Hilman mengaku telah merekam percakapan tersebut dalam bentuk video. Ia menilai sejumlah pernyataan yang disampaikan oknum Babinsa tersebut berpotensi menimbulkan kesan merendahkan atau melecehkan profesi wartawan, Ormas maupun LSM.

“Semua ucapan oknum Babinsa berinisial H sudah saya rekam dalam video. Ada pernyataan ‘tidak ada uang’,” ungkapnya.

Hilman kemudian meminta agar maksud dari pernyataan tersebut diperjelas. Menurutnya, dalam percakapan tersebut oknum Babinsa kembali menyampaikan sejumlah pernyataan yang dinilai menyudutkan pihak yang datang untuk melakukan konfirmasi.

“Bapak perjelas sekali lagi dan jangan diputar-putar lagi. Kebanyakan orang datang, mohon maaf, wartawan kah atau mengaku-ngaku ini, ujung-ujungnya mencari… Saya berpikir bapak ini tidak jauh bedanya…,” demikian pernyataan yang menurut Hilman disampaikan oleh oknum Babinsa tersebut.

Atas kejadian itu, Hilman mendesak Danramil 0610/Pontang dan jajaran Kodim 0602/Serang untuk segera memberikan klarifikasi serta mengambil langkah tegas apabila dugaan tersebut terbukti.

Ia juga meminta agar pihak terkait memberikan penjelasan secara terbuka kepada publik. Hilman menegaskan, apabila persoalan tersebut tidak mendapatkan penyelesaian, pihaknya mempertimbangkan menempuh langkah hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

“Hal tersebut jelas diduga telah melecehkan profesi, baik wartawan, Ormas maupun LSM. Saya mendesak kepada Danramil 0610/Pontang dan Kodim 0602/Serang agar segera melakukan klarifikasi dan menindaklanjuti persoalan ini. Jika tidak, kami akan melakukan langkah hukum,” tegasnya.

Belum Ada Tanggapan

Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh tanggapan resmi dari pihak Danramil 0610/Pontang terkait dugaan pernyataan tersebut.

Redaksi membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi bagi pihak-pihak terkait untuk memberikan penjelasan atas pemberitaan ini, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

Reporter: Wahyu Ceko