BPBD Kabupaten Ciamis Kembali Salurkan Air Bersih ke Wilayah Terdampak Kekeringan

oleh -6 Dilihat
oleh
img 20260825 wa0027 11zon



CIAMIS, Revolusinews.com – Menanggapi dampak cuaca panas dan berkurangnya sumber air bersih yang dialami sejumlah wilayah di Kabupaten Ciamis, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis kembali mengerahkan tim dan armada tangki untuk menyalurkan bantuan air bersih, Selasa (25/8/2026).

Kegiatan penyaluran ini merupakan langkah lanjutan dalam rangka memenuhi kebutuhan dasar warga yang kesulitan mendapatkan akses air bersih yang layak akibat kondisi musim kemarau yang cukup panjang. Bantuan saat ini disalurkan langsung ke titik-titik pemukiman warga yang dinilai paling kritis yakni di Dusun Cempaka RT 004/002 Desa Wangunjaya Kecamatan Cisaga Kabupaten Ciamis

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ciamis Ani Supiani, ST.M.Si, memberikan penjelasan resmi terkait penyaluran air bersih. Ia menyampaikan, bahwa pihaknya terus memantau perkembangan situasi di lapangan melalui laporan dari kecamatan maupun desa.

“Kami tidak berhenti di satu tahap. Selama masih ada laporan kelangkaan air yang menyulitkan kehidupan warga, BPBD akan terus hadir dengan menyalurkan bantuan ini sebagai bentuk tanggung jawab pelayanan daerah,” ujarnya.(25/08)

Dalam pelaksanaannya, air bersih dikirim menggunakan kendaraan operasional milik BPBD dengan kualitas yang terjamin kebersihan dan keamanannya untuk dikonsumsi maupun keperluan rumah tangga lainnya.

Petugas lapangan, Usid Suchlas S.IP Kasi kedaruratan Bpbd Kabupaten Ciamis juga berkoordinasi dengan aparat desa dan tokoh masyarakat, ia menghimbau agar penyaluran berjalan tertib, merata, tepat sasaran dan tetap menghemat penggunaan air bersih serta  melaporkan jika terjadi kelangkaan melalui jalur komunikasi resmi yang di sediakan,

Sekdes Desa Wangunjaya Tatang dan warga penerima bantuanpun menyambut baik kehadiran tim BPBD dan mengucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan pemerintah daerah. Kehadiran air bersih ini sangat meringankan beban warga yang sebelumnya harus berjalan jauh demi mendapatkan air.