Buntut Pencurian Panggung, Seniman Pemalang Siap Geruduk Mapolres Pekalongan

oleh -502 Dilihat
oleh
img 20250520 wa0042
Ketua Dewan Kesenian Pemalang (DKP), Andi Rustono (baju putih depan kanan) foto bersama pemilik usaha usai rapat internal bersama seluruh perwakilan usaha entertainment dan perwakilan Paguyuban Sound Sistem Pemalang Iklhas dan ketua MCC di Kantor Sekretariat DKP. (Dok. Rae Kusnanto)

PEMALANG, Revolusinews.com — Buntut dari kasus pencurian satu set panggung milik Ismi pelaku usaha entertainment yang menjadi korban, Dewan Kesenian Pemalang (DKP) menggelar rapat darurat bersama para pengusaha hiburan dan Master of Ceremonies (MCC) se-Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.

Ketua DKP, Andi mengatakan, bahwa aksi solidaritas akan digelar dalam waktu dekat sebagai bentuk dukungan terhadap Ismi. Menurutnya, kasus yang telah dilaporkan ke Polsek Bojong Polres Pekalongan sejak dua bulan lalu itu belum menunjukkan perkembangan berarti.

“Aksi ini bukan hanya soal panggung yang hilang, tapi soal keadilan hukum yang seharusnya bisa dirasakan semua warga negara,” ujar Andi usai rapat internal di Sekretariat DKP, Selasa (20/5/2025).

Diungkapkannya, rencana aksi akan digelar besar-besaran di depan Mapolres Pekalongan, Kajen. Sejumlah pengusaha hiburan disebut siap membawa peralatan sound system sebagai simbol protes terhadap lambannya penanganan laporan pencurian.

Andi menegaskan, pelaku pencurian diduga kuat adalah pemilik lahan tempat panggung dipasang, dibantu sejumlah panitia kegiatan hiburan halal bihalal usai lebaran. Namun hingga kini, tidak ada tindakan hukum berarti dari aparat setempat.

“Kami ingin tahu, ada apa sebenarnya? Kenapa laporan kehilangan sebesar itu bisa diabaikan?” kata Andi heran.

Dukungan serupa datang dari Ketua Paguyuban Sound Pemalang, Ivanop yang menyatakan akan ikut turun aksi sebagai bentuk solidaritas antarpelaku industri hiburan. “Ini bentuk perlawanan terhadap ketidakadilan,” tegasnya.

Memble, Ketua MCC Pemalang, menambahkan bahwa aksi ini juga sebagai peringatan agar kasus serupa tak terulang di masa depan. “Kami satu suara, keadilan harus ditegakkan. Jangan biarkan seniman dan pelaku hiburan jadi korban ketidakpedulian hukum,” tutupnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.