Bupati Anom Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2025 di Pemalang

oleh -398 Dilihat
inshot 20251002 084507640 11zon
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro bertindak sebagai Inspektur Upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di halaman Pendopo, Rabu (1/10). (Dok. Rae Kusnanto/RNews)

PEMALANG, Revolusinews com – Suasana khidmat menyelimuti halaman Pendopo Bupati Pemalang saat Pemerintah Kabupaten menggelar Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2025, Rabu (1/10/25) pagi.

Upacara ini dipimpin langsung oleh Bupati Anom Widiantoro yang bertindak sebagai Inspektur Upacara. Prosesi berlangsung tertib sejak pukul 08.00 WIB dan diikuti dengan penuh kekhusyukan oleh seluruh peserta.

Pantauan di lokasi, hadir jajaran Forkopimda, Sekda, staf ahli, para kepala OPD, serta organisasi masyarakat dari berbagai elemen. Tak ketinggalan, siswa-siswi dari tingkat SD, SMP, hingga SMA turut menjadi bagian dari barisan peserta.

Kehadiran aparat TNI-Polri semakin menambah kekhidmatan acara. Barisan rapi dari prajurit hingga pelajar menggambarkan semangat persatuan yang menjadi napas utama dalam peringatan bersejarah ini.

img 20251002 wa0016 11zon

Harapannya, Bupati Anom menegaskan bahwa Hari Kesaktian Pancasila bukan sekadar peringatan, melainkan momentum untuk merefleksikan perjuangan bangsa. “Kita harus meneguhkan kembali semangat persatuan dan kesatuan dalam bingkai Pancasila,” tegasnya.

Ia menambahkan, Pancasila adalah perekat bangsa yang wajib dijunjung tinggi. “Mari kita wujudkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam tindakan nyata, baik di pemerintahan, pendidikan, maupun kehidupan bermasyarakat,” pungkasnya penuh semangat.

Puncak acara ditandai dengan pembacaan Ikrar Kesaktian Pancasila yang menggema di seluruh halaman pendopo. Suasana haru terasa ketika seluruh peserta dengan lantang mengucapkan ikrar bersama.

Rangkaian upacara kemudian ditutup dengan doa bersama untuk keutuhan bangsa serta kemajuan masyarakat Pemalang. Sebuah momen yang tak hanya menggetarkan hati, tetapi juga meneguhkan kembali tekad menjaga NKRI hingga akhir hayat.