Carut Marut SPMB, Gabungan Masyarakat Geruduk SMAN 4 Kabupaten Tangerang

oleh -408 Dilihat
oleh
img 20250714 wa0008 11zon

TANGERANG, Revolusinews.com – Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2025 khususnya di Provinsi Banten masih terjadi carut marut sehingga menimbulkan gejolak di beberapa kabupaten dan kota di wilayah Provinsi Banten khususnya yang terjadi di Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang.

Akibat rasa kecewa dengan sikap pihak SMAN 4 Kabupaten Tangerang yang  tidak mau terbuka menyampaikan data SPMB, Aliansi Gabungan Masyarakat, Lembaga, Advokat dan Media Banten menggelar aksi unjuk rasa menggeruduk masuk sekolah dan mendesak agar pihak sekolah menyampaikan secara terbuka jumlah kuota yang sudah ditentukan dengan jumlah murid baru yang diterima.

“Kami hanya minta  kepada pihak sekolah agar menyampaikan secara terbuka sesuai undang – undang keterbukaan informasi publik berapa kuota  sesuai ketentuan dan berapa jumlah murid baru yang diterima di SMAN 4 Kabupaten Tangerang,” tegas salah satu pengunjuk rasa kepada pihak sekolah SMAN 4 Kabupaten Tangerang, pada Senin (14/7/2025).

Di tempat yang sama Wakil Ketua Forum Media Banten Ngahiji (FMBN) M. Soleh menyampaikan kekesalannya kepada pihak sekolah yang dinilainya berbelit belit dalam memberikan keterangan.

“Mediasi tadi saya lihat khususnya dari pihak sekolah, kepala  sekolah dan pengawas berbelit – belit dalam memberikan keterangannya. Padahal keinginan dari rekan – rekan di sini cuma dua keinginannya, yang pertama ingin ditambah kuota tapi kalau tidak bisa, kita minta data  jumlah murid yang diterima. Tapi jawaban dari kepala sekolah itu berbelit-belit, muter-muter tidak jelas,” kata M. Soleh

Lebih lanjut M. Soleh menyebutkan, dengan tidak adanya keterbukaan dari pihak sekolah SMAN 4 Kabupaten Tangerang diduga kuat ada kebohongan yang ditutup – tutupi.

“Di sini saya bisa menyimpulkan dugaan kuat ada kebohongan yang ditutup tutupi oleh kepala sekolah dan pengawas. Kalau memang mereka bekerja dengan benar sesuai dengan sistem, tinggal buka data. Sangat mudah itu. Tapi ini tidak, jawabannya berbelit-belit, muter-muter sehingga rekan-rekan kecewa dan tersulut emosinya,” pungkas M. Soleh.

Setelah bertemu dengan para peserta aksi, Pengawas dan Kepala Sekolah SMAN 4 minta mediasi dengan diwakili oleh perwakilan peserta aksi unjuk rasa. Setelah ditunggu, hasil mediasi mendapat jawaban, pihak sekolah akan memberikan data pada keesokan harinya, yakni pada hari Selasa 15 Juli 2025.

No More Posts Available.

No more pages to load.