TANGERANG, Revolusinews.com – Adanya Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMAN 3 Kabupaten Tangerang yang dianggap tidak relevan dan tidak memprioritaskan warga sekitar lingkungan sekolah, Warga Desa Kadu melakukan aksi unjuk rasa di halaman sekolah tersebut yang berlokasi di Desa Kadu Jaya, Kecamatan Curug Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten pada Kamis (26/6/2025).
Anggota DPRD Kabupaten Tangerang, H.M Sobri, SH didampingi Kepala Desa Kadu Jaya, Hj. Nena Karlina yang hadir dalam musyawarah bersama warga dan pihak SMAN 3 Kabupaten Tangerang mengatakan, bahwa pihak sekolah harus mengupayakan agar warga setempat diprioritaskan untuk diterima di sekolah tersebut dengan pertimbangan sosial, seperti jarak yang dekat dan hemat biaya transportasi.
Di tempat yang sama, Wakasek yang juga Humas SMAN 3 Kabupaten Tangerang, H. Sardi menyampaikan bahwa pihak sekolah sebelumnya telah melakukan sosialisasi perihal sistem SPMB 2025. Sistem ini menggunakan metode jalur domisili dan nilai siswa sebagai acuan untuk diterima di sekolah tujuan. Pihak sekolah juga akan berkoordinasi dengan para pihak terkait untuk langkah-langkah yang akan diambil terkait masalah ini.
“SPMB terdiri dari empat (4) Jalur Prestasi 35 %, , Afirmasi 30%, Domisili 30 %, Mutasi 5 %. Saya hanya menjalankan tugas sesuai Pergub Provinsi Banten,” ungkapnya.
H. Suryadi Tokoh masyarakat Kecamatan Curug saat dikonfirmasi menyampaikan kekecewaannya terhadap sistem SPMB saat ini.
“Kami menyayangkan bahwa pihak sekolah tidak memahami situasi warga masyarakat dan warga setempat hanya ingin agar anak mereka diterima di sekolah tersebut,” tutupnya












