BIAK NUMFOR, Revolusinews.com – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Cenderawasih (Uncen) Biak mencetak sejarah baru dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di tanah Papua yang dijadwalkan akan meluluskan dan mewisudakan sarjana angkatan pertama untuk Program Studi (Prodi) Hubungan Internasional (HI) pada Bulan November 2026.
Kepastian ini menjadi bukti nyata bahwa kehadiran ekspansi akademik Uncen di luar Jayapura berhasil memberikan dampak positif yang masif bagi wilayah Teluk Cendrawasih (Saireri). Guna memastikan kesiapan kelulusan dan mengevaluasi total proses belajar-mengajar, jajaran pimpinan FISIP Uncen Jayapura turun langsung melakukan kunjungan kerja satu hari di Kampus Uncen Biak, Kamis (2/7/2026).
Rombongan dipimpin langsung oleh Dekan FISIP Uncen, Marlina Flassy, S.Sos., M.Hum., Ph.D., didampingi Wakil Dekan I Bidang Akademik dan Kerjasama Edward Kocu, Wakil Dekan III, Ketua dan Sekretaris Gugus Penjaminan Mutu, serta Ketua Unit Kerjasama dan Sekretaris Jurusan Ilmu Politik.
“Kehadiran angkatan pertama yang akan menyelesaikan studi sebagai Sarjana Hubungan Internasional pada wisuda periode keempat bulan November 2026 nanti adalah kebanggaan besar. Ini menunjukkan bahwa anak-anak di Biak memiliki kemampuan akademis luar biasa yang mampu bersaing global hingga ke luar negeri melalui peluang pasar kerja hubungan internasional yang sangat luas,” ujar Dekan FISIP Uncen, Marlina Flassy, saat diwawancarai seusai pertemuan.
Dalam kunjungan intensif tersebut, tim pimpinan fakultas berdialog langsung dengan mahasiswa akhir untuk memberikan motivasi strategis, mempercepat proses bimbingan skripsi bersama dosen pembimbing, serta memetakan kesiapan mahasiswa tahun pertama yang akan turun lapangan dalam program magang kerja.
Selain memberikan dorongan moril, jajaran FISIP Uncen juga memanfaatkan momentum ini untuk menyerap langsung aspirasi kendala operasional perkuliahan. Dari hasil evaluasi bersama mahasiswa aktif, ditemukan beberapa kebutuhan vital pendukung belajar seperti keterbatasan alat bantu ajar (infokus), serta aspirasi pengadaan Laboratorium Bahasa Inggris dan Laboratorium Komputer.
Menanggapi hal tersebut, Dekan menegaskan komitmen penanganan cepat. Untuk pemenuhan infokus, pihak dekan akan segera menangani langsung dari anggaran level fakultas agar bisa langsung digunakan di semester depan. Sementara untuk pengadaan laboratorium komputer dan bahasa, usulan objektif ini akan dibawa secara resmi sebagai rekomendasi prioritas kepada Rektor Uncen setibanya tim kembali ke Jayapura.
Marlina Flassy secara khusus menyoroti tingginya semangat belajar mahasiswa di Biak yang kerap kali terbentur oleh keterbatasan finansial dan kemampuan bayar Uang Kuliah Tunggal (UKT). Menyikapi realita ini, FISIP Uncen mengetuk kepedulian Pemerintah Daerah Kabupaten Biak Numfor, khususnya melalui Dinas Pendidikan, untuk hadir memberikan proteksi nyata bagi mahasiswa semester akhir.
“Kami memohon agar ada perhatian khusus dari Pemda Biak Numfor melalui skema bantuan studi akhir bagi mahasiswa kami yang sedang berjuang menyelesaikan skripsi. Dukungan dana dan beasiswa dari Pemda akan menjadi penentu kelancaran mereka untuk lulus tepat waktu dan kembali mengabdi bagi pembangunan daerah,” tegas Dekan FISIP.
Tren Pertumbuhan Mahasiswa dan Pembukaan S2 Pemerintahan
Berdasarkan data operasional akademik FISIP Uncen PSDKU Biak, tingkat partisipasi mahasiswa baru terus menunjukkan tren positif dengan lonjakan signifikan di tahun 2026. Berikut data riil jumlah mahasiswa aktif per angkatan:
* Angkatan 2022: 26 Mahasiswa (Calon Lulusan Pertama)
* Angkatan 2023: 19 Mahasiswa
* Angkatan 2024: 18 Mahasiswa
* Angkatan 2025: 11 Mahasiswa
* Angkatan 2026: 31 Mahasiswa (Angkatan Baru)
Kabar gembira juga disampaikan untuk para birokrat dan aparatur pemerintahan di wilayah Saireri. Mulai tahun ini, FISIP Uncen resmi membuka Program Studi Pascasarjana (S2) Ilmu Pemerintahan di lingkungan FISIP Uncen. Kehadiran program magister ini memotong jarak geografi, sehingga para praktisi pemerintahan tidak perlu lagi menyeberang ke luar Papua untuk menempuh pendidikan lanjut.
Sementara itu, Wakil Dekan I Bidang Akademik dan Kerjasama FISIP Uncen, Edward Kocu, menerangkan bahwa seluruh poin krusial yang dihimpun dari para pengelola dan mahasiswa di Biak merupakan input tata kelola yang sangat penting.
“Tugas utama kami adalah melakukan fungsi evaluasi akademik sesuai tupoksi. Peninjauan langsung ini memberi kami masukan objektif yang akan dibedah dalam rapat pimpinan fakultas sebagai basis pengambilan kebijakan akademis berikutnya guna mendukung kelancaran studi mahasiswa,” pungkas Edward Kocu.
Sebagai penutup agenda kerja satu hari tersebut, jajaran pimpinan FISIP Uncen dijadwalkan menggelar pertemuan konsolidasi bersama ikatan alumni FISIP Uncen yang tersebar di wilayah Biak, Yapen, hingga Waropen, demi memperkuat jejaring kelembagaan universitas di masyarakat.






