Dampak Kemarau, Warga Grumbul Karang Sempu, Desa Ujungmanik Butuh Air Bersih

oleh -13 Dilihat
oleh
img 20260803 wa0004
Demi mendapat satu ember air, warga terpaksa menunggu dengan sabar untuk mengambil air di sumur yang sudah kering. (Dok. Tunjang RNews)

CILACAP, Revolusinews.com – Musim kemarau yang melanda sejumlah wilayah mulai terasa. Dampak kekeringan akibat kemarau panjang menimbulkan kelangkaan air bersih. Air sumur satu-satunya sumber guna menopang seperti, mandi, cuci, dan memasak tak dapat lagi diandalkan, sementara aktivitas warga tetap berjalan, melakukan kebiasaan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Kemarau yang melanda, hingga memicu krisis ketersediaan air bersih  menimpa warga Grumbul Karang Sempu, Desa Ujungmanik, Kecamatan Kawunganten, Kabupaten Cilacap-Jawa Tengah. Warga di 4 (empat) RT di RW 07 meliputi, RT 06, RT 07, RT 08, RT 09, Jl. Kelir Karang Sempu, Dusun Ujungmanik membutuhkan bantuan air bersih. Tak hanya kebutuhan untuk konsumsi, sarana ibadah seperti Mushola Nurul Iman, Mushola Nurul Hidayah turut terdampak. Akibat keringnya sumber mata air warga kesulitan, dan tak bisa mengambil air untuk wudhu.

Terjadinya musim yang berdampak kelangkaan guna pemenuhan kebutuhan air, warga meminta pemerintah dalam hal ini Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) agar secepatnya droping, untuk mendistribusikan bantuan air bersih untuk warga.

“Kemarau panjang, menyebabkan sumur-sumur banyak yang kering, dan warga sulit mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari,” ujar Wagiyo, Tokoh Pemuda Grumbul Karang Sempu, Desa Ujungmanik, Senin (3/8/2026).

“Di Desa Ujungmanik, Jl. Kelir, Grumbul Karang Sempu, warga di 4 (empat) RT, meliputi RT 06, 07, 08 dan RT 09/RW 07, terdampak adanya krisis air bersih. Hal serupa dialami, dan menimpa tempat ibadah, akibat dampak dari kemarau sumur di Mushola Nurul Iman, dan Mushola Nurul Hidayah mengering, hingga berakibat susahnya mendapat air meski hanya untuk berwudhu,” jelasnya.

Menurut Wagiyo, musim kemarau tahun ini, bantuan air bersih dari pihak pemerintah (BPBD) Kabupaten Cilacap belum menyentuh. Ia menyebut, bahwa bantuan datang baru sekali, dan sumbernya dari pihak pemerintah desa.

“Untuk meringankan beban, bantuan datang sementara baru sekali. Kemarin Pak Kades mengirim air bersih kurang lebih 1000 liter, dan untuk dibagi kepada warga di 4 (empat) RT, sepertinya tidak cukup. Harapan kami Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap secepatnya droping untuk mengirim truk tangki air guna membantu memenuhi kebutuhan warga di wilayah kami,” tutup Wagiyo.