Dana BOS SMP Negeri 2 Kragilan Terindikasi Dugaan Manipulasi Laporan, Aktivis Mendesak BPK Audit

oleh -1 Dilihat
img 20260715 wa0082

SERANG,Revolusinews.com – Di tengah guyuran keuangan fantastis Dana Operasional Sekolah (BOS) Penampakan tidak lazim terjadi di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Kragilan, Kabupaten Serang. Plafon bangunan tampak lusuh berlubang di sertai pudarnya cat dinding yang menandakan tidak pernah tersentuh anggaran negara.

Ironisnya kejadian ini terjadi di tegah laporan realisasi Dana bantuan (BOS) di sekolah itu tetap terserap setiap tahunnya. Data statistik menunjukkan setiap tahunnya tidak kurang dari Rp. 90 juta rupiah bahkan bisa lebih uang negara di alokasikan untuk Pemeliharaan sarana dan prasarana di sekolah itu dan sisanya dari 280 juta untuk menunjang kegiatan lainnya.

Wawancara ekslusif awak media dengan Ngudi Widodo. M.Pd selaku kepala sekolah. Dirinya beralibi bahwa faktor keuangan tidak mencukupi salah satu penyebab banyaknya bangunan yang tidak terawat.

“Banyaknya kondisi fisik bangunan sekolah yang kurang terawat, karena Dana BOS yang di terima tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan perawatan sekolah,”sambungnya

Polemik ini pun tidak ayal memicu gelombang kritikan pedas dari para aktivis pemerhati kebijakan pemerintah. Pentolan Aktivis Serang Selatan Repiana angkat bicara. Lagi-lagi kita di pertontonkan praktik bobrok pejabat culas, peran pengawasan dari APIP dan BPK itu tidak berjalan.

“Anggaran dana bos untuk biaya perawatan sekolah sangat kontradiktif dengan keadaan fisik bangunan. Padahal dengan nilai anggaran perawatan sebesar itu, seharusnya cukup untuk memperbaiki kerusakan pada atap plafon dan lainnya. Peran Inspektorat dan BPK di mana,”tegas, Repiana dengan nada geram

Ia menilai, dugaan ketidakberesan terjadi karena adanya manipulasi atau ketidaksesuaian anggaran pemeliharaan dengan praktik mark-up (penggelembungan harga), fiktif (anggaran cair tetapi perbaikan tidak ada), atau pengalihan sepihak dana perbaikan dipakai untuk honorer atau operasional lain.

“Pelaporan pencairan dana pemeliharaan sarana prasarana dibuat penuh, namun diduga tidak transparan melanggar akuntabilitas dana pendidikan, kondisi fisik sekolah (seperti plafon, toilet, dinding atau atap) dibiarkan rusak atau tidak mengalami perubahan nyata.

Hal senada di ungkapkan oleh Deden Wahyudi pengurus LSM Abdi Gema Perak Kabupaten Serang. Dirinya mendesak kepada Kementerian Pendidikan untuk mengkaji ulang bantuan revitalisasi yang akan di salurkan ke sekolah tersebut.

“Sebelum ada hasil pemeriksaan audit khusus dari Inspektorat maupun BPK dan Pemeriksaan dari Aparat Penegak Hukum, kami tegaskan bantuan revitalisasi segera batalkan. Bukan tanpa alasan karena realisasi Dana BOS di SMPN 2 Kragilan di sinyalir kental akan dugaan manipulasi anggaran yang menyisakan selisih anggaran merugikan keuangan negara,”pungkasnya.

Reporter: Wahyu Ceko

No More Posts Available.

No more pages to load.