Dede Farhan Aulawi Cermati Minimnya Alokasi Dana Desa untuk Pemberdayaan Masyarakat

oleh -671 Dilihat
oleh
img 20250908 wa0001 11zon

BANDUNG, RevolusiNews.com – Pemerhati Pedesaan Dede Farhan Aulawi menyampaikan penyebab minimnya alokasi anggaran dana desa untuk pemberdayaan masyarakat adalah karena prioritas anggaran yang berbeda satu dengan yang lainnya. Dana desa sering kali lebih banyak dialokasikan untuk infrastruktur fisik (jalan, irigasi, bangunan) dibanding program pemberdayaan masyarakat.

“Hal tersebut juga diakibatkan perencanaan yang kurang partisipatif antara masyarakat dengan  pemangku kepentingan di desa. Dimana masyarakat desa kurang dilibatkan dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes), sehingga kebutuhan pemberdayaan masyarakat tidak jadi prioritas. Belum lagi terkait dengan keterbatasan kapasitas sebagian Pemerintah Desa,” ujar Dede di Bandung, Sabtu (6/9/2025).

Pemerintah desa mungkin belum memiliki kemampuan perencanaan dan pengelolaan anggaran yang baik untuk mengalokasikan dana ke program pemberdayaan. Termasuk kurangnya data yang akurat tentang kebutuhan masyarakat, sehingga sulit menentukan alokasi yang tepat.

Kemudian juga terkait regulasi dan birokrasi yang rumit. Aturan penggunaan dana desa yang ketat dan prosedur birokrasi dapat membatasi fleksibilitas penggunaan dana untuk pemberdayaan.

Sementara itu, terkait dengan dampak minimnya alokasi dana untuk Pemberdayaan Masyarakat adalah terciptanya masyarakat yang kurang mandiri dalam meningkatkan kesejahteraan dan pengembangan kapasitas diri, sehingga potensi sumber daya lokal tidak tergali dengan optimal.

“Program-program pemberdayaan tidak berjalan atau hanya berjalan sebatas formalitas. Kesenjangan sosial dan ekonomi di desa juga tetap tinggi. Keterampilan sumber daya terbatas sehingga dibutuhkan komitmen yang serius untuk memberdayakan masyarakat desa secara maksimal,” tutupnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.